Ocean's Val Day

Ocean's Val Day

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 13, 2018
Di saat hampir semua temannya bersemangat menyambut datangnya hari kasih sayang, Ocean menjadi salah satu orang yang tak begitu antusias. Tanggal 14 Februari memiliki makna lain bagi Ocean. Karena di tanggal itulah ia kehilangan ibunya. _________________________________________________________________________________ Bisa dibilang cerpen ini sequel dari novel Ocean Breeze. Ditulis sejak beberapa tahun lalu dan sudah saya pos di blog. Tapi karena besok Valentine, saya jadi ingin pos di sini juga. Kebetulan temanya berhubungan. Happy reading :)
All Rights Reserved
#36
ocean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Ayah
  • [2] Constrained️ ✓
  • Pangeran Bumi Kesatria Bulan (Complete)
  • Dua Belas Waktu [Complete]
  • The Devil Boss [TAMAT]
  • Ana Uhibbuka Fillah (Aku Mencintaimu Karena Allah)
  • Hey, Mama
  • [END] SHORT STORIES
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝𝐳𝐨𝐧𝐞 𝐆𝐨𝐚𝐥𝐬 𝟐. [Republish]

( S E L E S A I ) Alena, seorang gadis yang kehidupannya nyaris sempurna. Memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, Ibu yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam bersama, kakak perempuan yang populer dengan kecantikan dan kepintarannya, bahkan dirinya selalu mendapat juara 1 di setiap perlombaan cipta puisi. Tapi ternyata waktu terus berlalu, setiap manusia berubah seiring detik dan detak yang berbunyi. Usianya yang menginjak remaja di Sekolah Menengah Pertama, hari-harinya mulai dirasa sepi, hanya Ayahnya yang bersedia menemani dan mengerti. Selalu begitu, rata-rata memang anak perempuanlah yang paling dekat dengan sosok Ayah. Tapi bagaimana jika tuhan lebih menyayangi laki-laki yang selalu ada untuk gadis kecilnya? Bagaimana jika saat bahagia itu ada saat itu pula tuhan hentikan detaknya tapi detik terus berubah menit, jam, hari, dan begitu seterusnya? Cerita singkat ini ditulis untuk kita memaknai suatu peristiwa, menghargai waktu yang ada, berdiri di masa kini, serta sejenak menyingkirkan ketakutan masa lalu dan masa depan. Nikmati dengan secangkir teh dikala matahari terbenam, agar kamu tahu bagaimana senja sekejap lewat untuk sekadar memberi damai. Selamat membaca! Penulis Frisca Octavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines