KELIRU
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 17, 2019
Neisya rahma azzahra dan Gion antama putra, 2 tahun berasa dikelas yang sama tapi tidak pernah terkait pembicaraan bahkan tegur sapa. Awal dimulai kisah ini dari sebuah candaan yang dianggap serius membuat nei dan gion terkait pembicaraan. Dan sebuah perjanjian yang membuat keduanya saling mengenal. Satu tahun saling mengenal dan satu tahun lebih mereka mengurai perasaan yang membuncah menjadikan dua insan ini menjalin satu hubungan dengan terikat perjanjian, pengharapan dan tujuan yang dilandasi oleh cinta. Perubahan seorang nei membuktikan sebesar apa cinta nya terhadap gion. Tetapi semuanya hancur dan berubah, tidak ada gion seperti setahun yang lalu, tidak ada kata pengharapan yang terlintas, tidak ada tujuan yang terlihat. "Kenapa putus?aku ada salah?" Air mata itu lolos dari pelupuk mata nei. Dengan jari yang bergemetar nei mampu membalas pesan singkat dari seorang yang dicintainya "Aku ga mau putus! Apa masalahnya?" Setelah beberapa menit menerima balas dari orang yang ditunggu nya sedari tadi. Sekarang hanya ada suara isak tangis menggema di ruangan ini. Seseorang yang pernah mengubah keraguan menjadi keyakinan yang sangat kuat sekarang dia juga yang mematahkan keyakinan itu. Tidak ada lagi kata-kata penghantar keyakinan semua yang ada hanya omong kosong belaka. Terimakasih KELIRUKU, kamu yang dulu bukanlah kamu satu tahun yang lalu. Dan aku juga akan seperti itu. Sekarang aku mundur dan sebaiknya kita seperti 3 tahun yang lalu hanya saja bedanya kita tidak saling bertemu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Cuaca
  • Lovely Delia
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Step Backward
  • AGGA
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • SARAY(U) [Completed]
  • Stumbled Into You

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines