Story cover for DekaDhea by yollaaw
DekaDhea
  • WpView
    LECTURAS 475
  • WpVote
    Votos 69
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 475
  • WpVote
    Votos 69
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado feb 14, 2018
Gue gak tau kenapa gue ini orangnya peduli banget sama orang. Padahal kenal aja enggak. Kata orang tingkat kepedulian gue ini patut diacungi jempol. Lagi, gue paling gak bisa diem orangnya. Kalo ada yang gak srek dihati, gue pasti sok-sokan ngasih nasehat. Sok-sokan deh pokoknya.
     Belum pernah ada orang bisa buat jantung gue sebegininya. Jantung gue berasa mau meledak pas liat dia. Padahal sebelumnya gak begini. Dia yang sering buat masalah,rusuh, nyebelin, tengil, jail, nakal, aneh, suka TP-TP(tebar pesona) sama semua cewek bikin gue ilfil. Gue yang selalu berantem sam a dia kalo ketemu kini berubah menjadi gue yang berusah menghindar dari dia kalo ketemu. Ini aneh. Rasa apa ini? Gak mungkin kan gue suka sama dia? Dia yang buat hati gue, jantung gue, pikiran gue, tingkah gue jadi aneh. Dia,,, Deka Mahendra. 

~isi hati Dhea Adinda Putri


~Saran gue, jangan terlalu benci karna benci tu bisa ngerubah semuanya. Oke???
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir DekaDhea a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
TEOLOGI CINTA de AliAspandi
30 partes Concluida Contenido adulto
Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?
Eysha Love Story' de EmiYusni
12 partes Concluida Contenido adulto
Seseorang yang dulunya berasal dari keluarga terpandang dan super manja harus hidup mandiri dan memaksa nya menjadi pribadi yang lebih dewasa semenjak perceraian kedua orang tua nya.kehidupan nya jadi berubah saat dia memilih tinggal bersama ibunya.kisah cinta nya pun di mulai saat dia bekerja berawal dari rasa benci kepada si bos dan berubah menjadi kagum sayang nya rasa itu harus ia tepis demi sesuatu alasan walaupun orang yang dia cintai memiliki rasa yang sama. Hal ini datang bersama dengan seorang sahabat dekat nya meminang nya Akan kah eysa menikah dengan pujaan hati nya? atau sebaliknya dia menerima pinangan sahabat baik nya? begitu lelah menjadi asiste bhn dia, sehingga aku mengerti kenapa setiap asisten nya tidak bertahan sampai seminggu mereka langsung di pecat atau mengundurkan diri,ya dia memang tak sebaik dokter spesialis lain di situ yg paling dingin itulah dia,entah kenapa saya bisa berada di sini ini seperti mimpi buruk,tapi lama lama saya terus terhanyut dengan sikap nya pada pasien pasien yg kurang mampu,juga taat nya dia dlm beribadah..ternyata dia tidak terlalu buruk...tapi rasa cinta itu datang dengan sendirinya.ini sangat berat bagi ku karena aku tidak mungkin memiliki nya aku ingin dia tetap bersamanya membangun kembali bahtera yang pernah hancur.aku tidak mau melihat ada anak yg harus kehilangan kebahagiaan nya karena orang tuanya.walau pengorbanan ku begitu besar sehingga aku membayar nya bertahun tahun lamanya.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
TEOLOGI CINTA cover
ALEAGAS [END] cover
VILODEN cover
Andira [End]  cover
TAK BERSAMBUT cover
coward cover
The Chance cover
Imaginary Boyfriend cover
Eysha Love Story' cover

TEOLOGI CINTA

30 partes Concluida Contenido adulto

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?