Takdir Cinta Sang Arjuna

Takdir Cinta Sang Arjuna

  • WpView
    Dibaca 2,649
  • WpVote
    Vote 48
  • WpPart
    Bab 25
WpMetadataReadDewasaBersambung3j 30m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 7, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bagi Caramel, gak ada yang lebih sial dan menyakitkan dari cinta yang terkhianati dan pernikahan akibat perjodohan. Apalagi harus terperangkap dalam kehidupan bersama seorang CEO menyebalkan. Dan, bukan perkara yang mudah buat Caramel untuk berdamai dengan hatinya ketika dia akhirnya harus memilih antara bertahan untuk sebuah akhir yang membahagiakan atau membiarkannya pergi dengan membawa segenap hatinya. Bagi Arjuna, keputusannya untuk menerima perjodohan hanyalah semata-mata demi Papa. Toh kalo dikemudian hari pernikahannya ternyata gak berjalan mulus, dia bisa bercerai. Tapi ternyata cinta datang lebih cepat dan membuatnya berulang kali harus menyerah untuk mengalah. Sampai akhirnya ... sesuatu dari masa lalunya datang dan mengancam semua hal yang udah susah payah diusahakannya. Mampukah Caramel dan Arjuna melewatinya bersama tanpa ada lagi hati yang harus menjadi korban?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Putih abu-abu
  • The Same Heartbeat
  • Love Language
  • Absolutely Mine! (Terbit)
  • Gemintang
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • SECRET
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan