FANA ILLUSION

FANA ILLUSION

  • WpView
    LETTURE 819
  • WpVote
    Voti 146
  • WpPart
    Parti 14
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, lug 31, 2019
Terkadang, aku berharap. Terkadang bahkan terlalu banyak. Dengan ilusi itulah aku bertahan. Dan dengannyalah aku menipu diri. Seakan suatu hari nanti, semuanya akan jadi baik-baik saja. -DILARANG MENGUTIP TANPA MENCANTUMKAN NAMA PENULIS- ​[Kumpulan prosa tentang rasa. Ada banyak yang bisa diungkapkan kata-kata; luka, cerita, cita, bahkan cinta. Meski seringkali, apa yang tersisa di hati jauh lebih banyak dari yang dapat terlukiskan oleh kata-kata.]
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • KONSEKUENSI HATI
  • Barisan Penyesalan
  • My Second Life (Completed)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Let me choose [TERBIT]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Sekian Kalinya [END]
  • Breathe

Ini patah yang sebenarnya patah, bukan sembarang di kata ini nyata luka yang benar-benar terluka. Tak sedikit aku menemui perpisahan tapi tidak pernah aku merasa begitu kehilangan. Sebenarnya aku ingin menjadi rumah tapi ternyata kau hanya singgah, dari kepergianmu aku berharap punya titik balik yang menuju padaku, berharap jika kau masih mengingat siapa aku. Banyak sekali suara yang saya dengar hingga hampir setengahnya memilih untuk membunuh rasa ini, mereka hanya tidak ingin mendengar cerita sendu dari diriku. Sekuat apapun aku berlari menjauh rupanya tetap kamu arah pulang ku, dirimu adalah porosku. kemanapun aku pergi dan di hati manapun ku singgahi sejatinya hanya pada dirimu aku jatuh dan kembali. Ketahuilah Tuan, Tentang hatiku yang begitu cepat mencintai dan pikiranku untuk jatuh padamu itu juga sulit di pahami yang seharusnya sadar diri aku malah gila mencintaimu tanpa ada kata berhenti. Pada Tuan September berkatmu aku punya oktober yang berantakan. Kepergianmu berhasil membuat pikiranku acak-acakan. Tapi, terimakasih, jika kita tidak ditakdirkan berpasangan mungkin kamu hanya sebatas pengalaman. Aku tulis kisahnya disini. Tidak ada maksud lainnya. hanya saja menumpahkan semua isi dalam hatiku itu akan membuatku lega, sebab aku tak mampu mengungkapkan langsung lewat mulutku. Cerita Rein, mungkin ada kesamaan kejadian atau yang lainnya itu hanya kebetulan karena ini adalah kisah fiksi remaja. Terimakasih.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti