FANA ILLUSION

FANA ILLUSION

  • WpView
    LETTURE 819
  • WpVote
    Voti 146
  • WpPart
    Parti 14
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, lug 31, 2019
Terkadang, aku berharap. Terkadang bahkan terlalu banyak. Dengan ilusi itulah aku bertahan. Dan dengannyalah aku menipu diri. Seakan suatu hari nanti, semuanya akan jadi baik-baik saja. -DILARANG MENGUTIP TANPA MENCANTUMKAN NAMA PENULIS- ​[Kumpulan prosa tentang rasa. Ada banyak yang bisa diungkapkan kata-kata; luka, cerita, cita, bahkan cinta. Meski seringkali, apa yang tersisa di hati jauh lebih banyak dari yang dapat terlukiskan oleh kata-kata.]
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • The Green Sketchbook [END]
  • REGATHAN [END]
  • Sekian Kalinya [END]
  • Almost.
  • MATI RASA
  • My Second Life (Completed)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • FRIENDzone (Completed)

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti