Kasih yang Hilang

Kasih yang Hilang

  • WpView
    reads 13
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd woe, feb. 14, 2018
PROLOG Senyum manismu mengembang saat terjaga dari lelapmu. Tatapmu mengusik haruku. Begitu bercahaya mata itu saat menatapku dalam ke mataku, binar bahagia terlukis jelas di bening bola matanya meski wajahnya pucat dan kuyu '' Ya Allah, begitu polosnya dia, seharusnya di saat seperti ini dia bersama ibunya tapi dia tak mendapatkan itu, dia begitu merindukan kasih sayang seorang ibu..'' Aku menatap matanya dalam-dalam seperti menemukan rengekan manja dalam matanya. Dia bukan tak punya seorang ibu hanya tak punya kepedulian seorang ibu '' Sabar ya sayang, ibu akan menemanimu..'' aku mengelus lembut kepalanya dan dia mencium punggung tanganku. Berdesir rasaku. Bahagianya aku melihat senyum tipisnya. Setidaknya dia tak merasa sendiri, aku masih bisa memenuhi dahaganya akan kasih sayang seorang ibu. Kupeluk tubuh kurusnya penuh segenap cinta. Semoga kau sabar, sayangku.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Pada Senja, Kita Bertemu di Batavia.
  •  H I N A T A
  • My Sweet heart
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Cinta Untuk Sahabat
  • L.O.V.E
  • The Last(story Of Sakura)END
  • Heart Attack
  • Setelah Hujan ( End ✔)

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen