SEHITAM LUKA SEPUTIH RINDU

SEHITAM LUKA SEPUTIH RINDU

  • WpView
    Reads 539
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 15, 2018
Klara, Gadis yang akan beranjak 17 tahun, hidup dengan cinta seorang Papa dan Kebencian terhadap mamanya. Suatu hari Klara di kejutkan oleh permintaan papanya yg ingin memberinya sosok mama. Kebencian terhadap sosok mama tidak hanya berlaku untuk mamanya saja, bagi dia semua mama itu munafik. Bahkan tak sering dia berantem dengan teman-temannya hanya karena tidak suka dengan perhatian mama dari teman-temannya. "suatu hari kamu akan menjadi mama, apa kamu juga akan membenci dirimu" kalimat itu terlontar dari mulut teman Klara. Di lain sisi Klara sangat mencintai sang Papa, bahkan dia lebih memilih sang papa ketimbang orang yang dia cintai. Bagi dia Papa segalanya. Papa yg selalu ada dalam setiap langkah-langkahnya. Terus, akankah Klara bisa menerima Ibu Tirinya? dan Bagaimana dengan kisah cintanya? serta Rahasia apa yg disembunyikan Papanya tentang mamanya? Bagaimana juga kisah persahabatan Klara?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kara: I Left God at The Door
  • Please, Love Me (END)
  • SALSABILLA ( END )
  • BROKEN HEART [END]
  • Mi Frourà
  • KALANDRA with ES [END]
  • Kami yang Berdosa
  • SPORADIS
  • Ungkapan Hati

Salahkah mereka yang mencoba berpaling? Ataukah mereka memang sudah dibutakan oleh kenikmatan duniawi? Lenaan yang memikat membuat siapa pun rela meninggalkan Tuhannya meski itu hanya di depan pintu. Ambar telah melakukannya. Dia rela meninggalkan Tuhan di depan pintu dengan dalih untuk mengobati luka hatinya. Lalu, bagaimana Ambar harus mempertanggungjawabkan tindakannya itu? Saat mencoba menebus kesalahannya, tamparan nasib membuatnya harus menyaksikan anak-anaknya tewas mengenaskan di tangan anak tertuanya. Mungkinkah ini teguran karena telah meninggalkan Tuhan? Tidak sampai di situ kegetiran hidup yang harus dia rasakan. Anak terakhir Ambar, Kara, kembali mengulang kesalahannya. Saat gadis lugu itu mencoba kembali mengais cinta kasih Tuhan dengan beban turunan yang dia pikul dari orang-orang yang telah meninggalkannya, terpaan badai kehidupan kembali memporakporandaan batinnya. Dapatkah Kara kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki dan menjadi hamba yang taat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines