After You Leave

After You Leave

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2018
Semesta, Aku titip Bella ya, jangan sampai membuat ia mengeluarkan hujan dari matanya yang indah itu. Sampaikan padanya bahwa aku sudah tidak akan kembali lagi ke padanya. Aku akan tinggal di Berlin Mungkin terkejut ya? Iya karena di sana adalah tanah kelahiran ku, dan tentunya aku ke London untuk sekolah bukan untuk main-main. Semesta, kau harus berjanji ya padaku agar kau menjaga Bella dan tidak membuat Bella menangis. Janji ya? Semesta, aku akan mengingat janji mu. ~Reeiza Keanu
All Rights Reserved
#86
diva
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE AT MILLION SIGHT
  • ZAIGAL [END]
  • 180° [END]
  • Sampai Sini [End]
  • You are in my past and my future [END]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Redamancy  (MEES HILGERS)
  • Grisella Laurensa
  • Everything Will Be Okay
  • Semestanya Vanila

Yudhistira Saleem Aku menyukainya, bahkan terpesona padanya jauh sebelum aku mengenal kata cinta. Wajahnya yang gembil, celotehnya yang lucu, rambutnya yang tebal lurus, bahkan binarnya yang secerah matahari, membuatku memaksa Bunda untuk mengambil gadis kecil itu dari Panti. Dan dia menjadi cahaya baru dalam rumah kami yang minim perempuan. Bunda memberinya nama Bella Amora Saleem. Sejak saat itu, dia menjadi idola keluarga kami, dan ... pujaan hatiku. ___ Bella Amora Saleem Aku tahu aku bukan lagi gadis kecil mereka, tapi dia selalu menganggap aku masih perlu dijaga, bahkan terlalu protektif. Bahkan, ketika badai itu menghantam hidupku, kembali ... dia menjadi malaikat hidupku. Tuhan, cinta manalagi yag akan kucari jika aku mendapatkan segalanya darinya ______ Ben Ricard Wijaya Dia hanya perempuan muda biasa, seperti yang lainnya. Tapi kelebuhan fisiknya yang membuatnya berbeda, dan tentu saja menggoda. Tapi dendam dan kebencianku terhadap kakaknya, membuatku gelap mata. Dan dia adalah lahan pelampiasanku. Hah ... keberuntungan memang selalu bersamaku. Dendamku terlampiaskan, hasratku terpuaskan. Dan itu jauh lebih memuaskan daripada tender proyek yang kumenangkan. Tapi aku tak pernah menyangka, bahwa perempuan itu akan menjadi karma sepanjang sisa hidupku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines