We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kafea
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dari sekian banyak nama entah kenapa harus Kafea Arthamevia yang dipilih orang tuaku. Aku sangat membenci kopi. Kopi itu hitam, aku tak suka warna gelap. kopi itu pahit, aku tak suka kepahitan. Kopi itu panas, aku lebih suka dingin. apa ada yang bisa memberi alasan kenapa aku tidak harus membenci kopi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sadness
  • TAKDIR KITA
  • Mas Iqbaal [Short Story]✔️
  • Caramel Macchiato
  • brother-in-law
  • Cappucino (FIN)
  • Juna Jani, I Love You Pak Kos!  (TERBIT)
  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
Sadness

Aira menatap kearah jam dinding kamarnya, ini sudah jam 1 malam pikirnya. Sudah terlalu lama Aira menatap layar komputernya menyelesaikan tugasnya. Matanya sudah lumayan berat. Ia memutuskan untuk menghentikan kegiatannya. Aira itulah nama yang diberikan orangtuaku sejak aku kecil. Kedua orangtuaku mengharapkan jika nanti aku sudah tumbuh dewasa kelak menjadi orang yang sangat disegani oleh setiap orang. Namun harapan kedua orangtuaku pupus ditengah jalan. Ketika aku menginjak usia 12 tahun kedua orangtuaku meningggalkanku akibat kecelakaan pesawat. Mau tidak mau aku harus mandiri dan tinggal ditempat omaku yang super bawel. Tapi dengan sikap kebawelannya itu membuatku sangat rindu padanya. Setelah aku tamat SMA aku memutuskan untuk tinggal dikota jauh dari omaku yaitu kota Denhaag, Belanda. Aku asli orang medan dan dibesarkan dimedan pula. Tetapi pada saat aku lulus SMA aku mendapatkan beasiswa dari sekolahku untuk melanjutkan pendidikanku di Belanda. Sudah tiga tahun aku tinggal dikota ini. Kota yang sangat menyenangkan. Sendiri meniti karier. Bekerja sambil kuliah disalah satu café yang sangat dikenal dikota ini "Hancook Café" itu lah nama Café yang sangat terkenal disini. Aku termasuk orang yang beruntung bagaimana tidak sudah kuliah dengan beasiswa dan kerja pula ditempat yang sangat terkenal disini. Untung saja café tempat aku bekerja tidak terlalu jauh dari tempat kostanku. Jika banyak tugas kuliah aku bisa mengerjakannya sambilan ditempat kerjaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines