Waktu dan Hujan

Waktu dan Hujan

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2018
WpInfo
Fanfic
RWBY
Namaku Karinaren. Aku pernah sangat menyukai hujan. Tapi sejak malam itu, semuanya berubah. Aku bukan lagi Ren yang suka menari dan bermain ayunan dibawah hujan sambil tertawa. Bagiku hujan itu memang indah, hujan itu menyenangkan, hingga pada malam itu, aku merasa jika hujan kejam dan waktu yang tak berpihak padaku, mereka merebut impuan dan cintaku. Menjemput Dia, seseorang dari masa lalu yang sangat aku cintau bahkan hingga detik ini. .... Dan disinilah aku sekarang, berdiri menatap hampa menara indah dihadapanku. Aku masih ingat Dia selalu berjanji untuk membawaku ketempat yang indah ini. Tapi semuanya hanya kebohongan. Dia tidak menepati janjinya untuk melihat bersama keindahan menara inu. Dan Dia membuat aku menjadi seorang pembohong, karena dulu aku selalu berjanji menemani Dia menari dibawah hujan. Saat ini, untuk pertama kalinya, aku sangat membutuhkan hujan untuk menemani tangisku. Aku butuh hujan, karena mungkin hujan bisa membawa nya kembali. "Karin!!" Suara tegas dari orang dibelakangku membawaku kedunia nyata. Dunia dimana aku sudah benar-benar kehilangan sosoknya. Bolehkah aku menyalahkan Hujan? Atau menyalahkan Waktu? Dunia sangat tidak adil kepada kami. "Kita pulang sekarang ya. Mama pasti udah nungguin kita." tangannya yang hangat mengelus lembut wajahku. Dia adalah Arkan, orang yang selama beberapa tahun belakangan ini selalu menemaniku untuk menyembuhkan sakit dari kehilangan dimasa lalu. Kehilangan karena Kematian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENIAL
  • TIME will TELL {On Going}
  • Save and Protect
  • We Found Another Love [Completed]
  • si Sulung & si Bungsu
  • Raina
  • Angel To Raya (END)
  • Cause We are Family
DENIAL

Ada kalanya perasaan itu datang bersama rintik hujan. Mengalir deras seperti butiran embun di daun ilalang. Secercah harapan terpaksa luntur karena tidak sejalan. Sang puan pun pamit pulang karena sudah tidak ada harapan. Pada akhirnya sang tuan pun menyesal karena menganggap remeh datangnya hujan. Kini sang hujan sudah tidak memeluknya lagi dimalam hari. Hujan yang dulu selalu menemaninya terlelap, hujan yang selalu ada disaat ia terjaga. Hilang, sudah menghilang, tergantikan dengan angin gersang yang menakutkan. Adakalanya mendung datang, tapi tidak bersama hujan. Melainkan bersama getaran yang begitu menakutkan. Ia rindu suasanya, ia rindu pelukannya, dan terlebih lagi ia rindu hujannya. Pelajaran untuk dirinya , bahwa semesta tidak pernah main-main dengan rencananya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines