SEMUA TENTANG HIDUP

SEMUA TENTANG HIDUP

  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 21, 2018
Dalam hidup, kita sering kali merasa kurang, merasa tak sama, merasa Tuhan tidak adil kepada kita. Pernahkah terpikir dibenak kita apa-apa yang kita rasakan itu adalah sebagian Nikmat dari-Nya. Nikmat dimana kita masih dianugrahi hati yang sempurna, diberikan rasa amat sempurna.Coba bayangkan jika kita tidak memiliki rasa seperti hal demikian, bagaimana? Lalu, pantaskah kita berpikir seperti hal demikian, sedangkan Sang pemberi pikiran selalu melimpahkan Nikmat-Nya melalui pikiran yang kita pikirkan itu. Tentu, TIDAK pantas bukan???..... Ucapakan Alhamdulillah kita masih diberikan Nikmat yang tak terhitung seberapa banyak Nikmat yang Ia berikan kepada kita.
All Rights Reserved
#8
syukur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Dear Gus (Hijrah The Series)
  • NOTHING IS IMPOSSIBLE (Complete)
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • KHITBAH KEDUA [Telah Terbit]
  • "Langkah Kecilku, Harapan Besar dari Langit"
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • Tertulis Dalam Doa
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines