Don't Leave!

Don't Leave!

  • WpView
    Membaca 17
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 1, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Harusnya cinta yang terjalin selama ini, tidak pernah berhenti seperti ini. Tanpa ada awan mendekat maupun matahari memancarkan cahayanya. Tapi kenapa kamu pergi tanpa alasan? Tanpa ada hujan dan terik matahari? Apa ini yang disebut bukan saatnya? Pergi tanpa sapa, Tanpa senyuman tanpa tangisan. Kamu mengatakan pergi, tapi kamu tidak melakukan apapun? Kita sudah lama bersama, Tapi kamu mengatakan untuk pergi hanya beberapa menit bahkan beberapa detik. Ini kah yang disebut belum saatnya? Aku akan mencoba Ikhlas. --------------------------------------------------------- Teruntuk kamu, Hanya kamu yang ada di hatiku, Entah itu karena aku memang untukmu, atau aku memang ditakdirkan untuk melihatmu pergi. Entah sejak kapan aku ditakdirkan melihatmu dari jauh, bukan lagi bersama menggenggam tanganku. Entah sejak kapan aku ditakdirkan melihat hujan sambil menangis, Bukan lagi tertawa sambil bermain air. Dan entah semenjak kapan aku ditakdirkan sendiri, bukan lagi bersamamu dan disisimu lagi. Kini, Kau bukan lagi matahariku, kau bukan lagi Cahayaku, dan bukan lagi Milikku. Oh, Gaffario Alviano. ----------------------------------------------------------
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#118
kisahremaja
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • RANNA
  • Cerita Tentang Kita
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • AIRen
  • Kamu [SELESAI]✔
  • [END] Blind Rainbow
  • ALEYA~~
  • My Diary
  • Sekali Lagi (End)
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan