Perbedaan Bukan Musuh Cinta

Perbedaan Bukan Musuh Cinta

  • WpView
    Reads 688
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 18, 2018
Dari TK hingga SMP, El bersekolah di sekolah swasta Katolik. Namun di Situbondo, kota yang mendapatkan julukan Kota Santri itu, sekolah swasta Kristen-Katolik hanya terbatas hingga SMP. Karenanya, El yang meski Cina--tapi bukan berasal dari keluarga yang berada--mau tidak mau melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, di Indonesia kata "Cina" punya konotasi yang tidak enak. Untuk ngucap "Orang Cina juga manusia," bukan saja terdengar klise, tapi pun bertentangan dengan prasangka yang berakar sejak purba. Dan, hingga di zaman El pun, persoalan itu belum ada pemecahannya. Meskipun pada masa kanaknya El bersekolah di sekolah swasta, itu bukan berarti El tak pernah mengalami pengalaman terasing dalam pergaulannya. Mungkin tak ada masalah dalam lingkungan sekolahnya yang mayoritas Cina dan beragama Kristen-Katolik, meski ada juga yang beragama Islam dan keturunan pribumi. Tapi enggak ada masalah. Namun, di lingkungan rumahnya, anak-anak sekampungnya, hampir setiap hari mengolok-oloknya, melempar pintu gerbangnya dengan batu, membuang mercon ke halaman rumahnya, bahkan suatu ketika pernah meludahinya, dan El tak diam. Karena diam menurutnya keliru. Karena diam tak lagi mengalah, tapi kalah. El bergelut melawan anak-anak sekampungnya, meski kalah, karena sendirian, tapi El mendapatkan kehormatannya kembali, bahkan pergaulannya dengan anak-anak sekampungnya jadi cair. Tahun ajaran baru dimulai, dan El resmi jadi murid SMAN 1 Panji. Belum lagi sehari di sekolah barunya, El sudah dikeroyok oleh Fendi dan gengnya. Tapi dari banyaknya buku-buku yang telah dibacanya dan pengaruh si Putih, sekarang bukan lagi zamannya otot dikasih unjuk, maka El menghayalkan semuanya bisa diselesaikan dengan cara kelembutan. Namun khayalan tetap khayalan, sulit jadi nyata, jangankan khayalan, kadang teori tak sejalan dengan praktik. Apalagi khayalan? Sinopsis lengkapnya, dua halaman lebih. Capek ngetiknya... Segini aja ya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Garis Interaksi
  • Yang Paling Sulit Bilang Cinta
  • ARKA vs CINTA : Duel Maut Di Sma
  • DERAN
  • AURORA [END]
  • My Teacher Is My Soul Mate
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]
  • DIA SANDRA(Selesai✔️)
  • CINTA YANG NYATA
  • ALEXON [END]

Judul Awal: Klop! (Bukan Asal Pacaran) Status Rara dan Al itu jelas pacaran, meski jadian secara sepihak. Hanya saja, walau kedekatan mereka semakin intens dan mulai saling terbuka, ada satu hal yang membuat Al jengkel. Yaitu, Rara tak tahu nama lengkapnya! "Kalau Kakak murid SMA Semesta, berarti tahu siswa yang namanya Drian, dong?" Asal Rara tahu, Al dan Drian adalah orang yang sama. Yang membuat ketiga sahabatnya heboh. Yang menjadi sumber teriakan-teriakan dan jeritan histeris cewek-cewek di sekolahnya. Yang baginya, kelewat fiktif. Yang ia tebak tak akan pernah ditanyakan dalam soal ulangan pelajaran apa pun. Dan entah kekonyolan apa lagi yang akan menghiasi hubungan keduanya. Kekonyolan yang meruncing menjadi sebab kemarahan para sahabat Rara, serta murkanya para penggemar Drian. [Alangkah lebih baik kalau dibaca tag, catatan, dan (kalau perlu) epilognya terlebih dahulu, supaya punya gambaran keseluruhan serta tidak tertipu.] Pertama dipublikasikan pada tahun 2016.

More details
WpActionLinkContent Guidelines