Rahasia Matahari

Rahasia Matahari

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 18, 2018
Kamu adalah anugerah Tuhan yang paling indah, sampai kapan pun aku gak akan sanggup untuk pisah sama kamu fa, kita sahabatan udah lama banget jadi kamu janji ya jangan pernah pergi apapun yang terjadi. "Alfa Kita itu ibarat bulan dan bintang, selalu bersama di lingkungan yang sama tetap melengkapi satu sama lain, walaupun gak bisa bersatu karena sampai kapanpun aku ga bisa bayangin kalo kita bakalan terpisah cuma karena perihal rasa yang udah beda, aku bakalan terus menunggu sang "matahari" untuk datang mengambil hati yang aku punya, walaupun kami beda tetapi aku yakin bahwa dia ditakdirkan untukku, aku juga yakin kamu bakalan nemuin perempuan sejati kamu yang bisa menerima apa yang ada pada diri kamu. Bagaimanapun rencana Tuhan nanti aku harap tiada yang menyakiti diantara kita." -aurel "Seandainya aja kamu tau rel, bahwa sebenarnya ada sebuah makna yang terselip dari kata "matahari" hal yang selalu kamu damba, aku tau kalo kamu ataupun aku ga ada yang rela untuk kehilangan, kamu bilang " aku harap tiada yang menyakiti diantara kita" tapi tanpa kamu sadar dengan kamu ungkapin kalimat itu aku tersakiti sebelum menyatakan sebuah rasa yang aku punya, perempuan yang kamu mau itu adalah diri kamu sendiri rel. Untuk saat ini aku memilih untuk diam bukan berarti tak mau berusaha melainkan aku ingin melihat apa kamu bahagia dengan sosok matahari yang nyatanya hanyalah sirius, aku harap dari apa yang kamu alami kamu mengerti satu hal, bahwa dugaanmu itu salah!" - alfa
All Rights Reserved
#686
bintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • ADEUS
  • Sekali Lagi (End)
  • SalFlo
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Karsa 〔 selesai 〕
  • SOMEDAY [completed]
  • Remaja
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines