Awan
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 18, 2018
WpInfo
Non-Fiction
"Awanlah yang melindungi kita karena ia menutup sinar matahari yang garang di siang hari. Saat kita memasang atap, wajah dan bahu kita seperti dibakar. Kepala kita bisa pening. Maka, jika awan berarak datang, apalagi mendung dan mendungnya tidak tumpah menjadi hujan, kita akan merasa sejuk, dan kita pun akan bekerja dengan nyaman." Awan itu bukan sekedar nama. Awan ialah lambang kehidupan karena hidup harus terus bergerak sebagaimana awan. Awan adalah sumber kehidupan karena tanpa awan tidak ada hujan. Bocah itu bernama Gamawan Putra Nirlara dan pangilannya Awan. "Kalian tidak tahu, air liur itu juga dari awan. Awan berubah jadi hujan. Hujan mengalir di sungai-sungai. Dijadikan sumber air minum. Jika kalian tidak minum, mustahil kalian punya air liur!" Kata Rimba seraya memandang awan berarak dari celah bangunan yang belum ada dindingnya.
All Rights Reserved
#3
edukatif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • 「 Our Life 」
  • ALYA
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Winter
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Syal Merah
  • Alenara; Living in a Fairy Tale

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines