Pertemuan singkat, tapi berkesan.

Pertemuan singkat, tapi berkesan.

  • WpView
    LETTURE 54
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, feb 20, 2018
Mungkin aku bukan lagi seseorang yang tangannya akan kau genggam saat kita berjalan beriringan. Bukan lagi seseorang yang ingin kamu temui. Atau, bukan seseorang yang kamu rindukan. Tapi, aku tidak akan berhenti mendoakanmu. Apa yang telah terjadi saat ini, aku tidak akan menyalahkanmu, aku tidak akan menyalahkan keadaan, dan aku tidak akan menyalahkan takdir. Sebab aku percaya, tuhan memilih oranglain untuk kita dan rencana-Nya lebih dari rencana yang pernah kita buat. Dia sedang mempersiapkan kebahagiaan untuk kita, meskipun mungkin pada akhirnya kita tidak dipersatukan. Walaupun sampai saat ini aku belum mengerti bagaimana caranya melepaskanmu tanpa meninggalkan kebencian. Tapi, aku akan coba memahami perpisahan ini. Hingga untuk kehilanganmu pun aku tidak perlu membenci. Terimakasih atas waktu tak singkat yang kita lewati bersama. Terimakasih karena kamu pernah menjagaku dengan baik, pernah mencintaiku sepenuh hati. Sebab itu, aku akan mengenangmu dengan baik. Kamu memang baik, tetapi mungkin bukan yang terbaik untukku.
Tutti i diritti riservati
#54
berkesan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Sekali Lagi (End)
  • flashback~
  • Rencana Allah lebih baik daripada rencanamu by: lianah putri dewi
  • You Are Still The Winner
  • DikaRanggi
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • di akhir perang

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti