What If

What If

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 18, 2018
WpInfo
Fanfic
EXO
Dulu gue pikir hidup tuh y bakal gitu" aja, apalagi gue cewe,,, pikiran gue cuma y sekolah, cari calon suami, nikah, punya anak dan hidup bahagia,,, anjir dongeng banget kan y. Sampai akhirnya gue tau klo yg namanya idup tuh gak sedongeng itu,,, gak segampang bikin kopi ABC yg tinggal seduh terus diaduk. Semua mulai terbuka ketika jalan gue buat nikmatin hidup tertutup. Gue mulai ngerasa kalau sekolah gak sepenting itu, nikah gak sepenting itu, tapi punya anak masih penting buat gue. Aneh? Gila? Ya emang hidup gue segila itu, tapi kalau gue gak jalanin hidup segila ini gue juga gak akan tau bahwa hidup bakal seindah ini, kalau tuhan seberkuasa ini. Cerita ini cuma tentang gue, hidup di dunia gila dan gelap tapi bukankah tanpa gelap yang namanya terang gak akan pernah ada?
All Rights Reserved
#328
exol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • The Lucky Exo-L
  • Crazy Marriage
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • My Life Journey In Korea (END)
  • FIRTS TIME FOR VIVI GOES TO KOREAN
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Bratty Wife

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines