Kenangan Hujan

Kenangan Hujan

  • WpView
    LECTURES 124
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé mar., févr. 20, 2018
Saat hari itu terjadi Agata hanya bisa memandang kenangan di bawah halte bus dan memohon kepada Tuhan untuk mempertemukannya kembali dengan Brian. Setelah 4 tahun.... Ada ajang kompetisi matematika dan IPA. Brian mengikuti acara tersebut dengan senang hati. Tanpa disangka Brian melihat sesosok wajah perempuan yang misterius, Brian hanya bisa mengingat wajahnya. Apakah Brian bisa mengingat wajah itu ?? Dan siapakah perempuan misterius yang muncul dihadapan Brian?? Baca sambungan cerita diatas.. Semoga menyenangkan hati anda😊
Tous Droits Réservés
#89
alfin
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Teman Lama (Empat)
  • DERSIK
  • Black Code (Lima)
  • Imaginary Boyfriend
  • Can i have ur love?
  • Silver Bullet (Republish Di Dreame)
  • Bentangan Payung Biru
  • Aku Ingin Bercerita

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu