Please, Make Me Happy

Please, Make Me Happy

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 19, 2018
"Kamu itu gak lebih dari cewek penggangu, berhenti ngikutin aku terus!" seru Alvin membuat langkah cewek itu terhenti. "Vin, sebenci itu kah kamu sama aku?" tanya cewek itu lirih. "Aku benci kamu. Sangat, sangat, sangat benci kamu, sampai aku berfikir seandainya hidupku gak ada kamu, mungkin semua akan lebih baik dari sekarang." ucap cowok itu penuh dengan penekanan. "Tapi kenapa?" cowok itu hanya menunjukan ekspresi yang sulit Cesa mengerti. Alvin berjalan menjauhi Cesa yang masih bergeming tak tau harus berbuat apa. Menahanya serasa percuma karna dirinya tak akan diangap lebih, melepaskanya juga begitu menyakitkan dan menunggu hanya menimbulkan rindu yang lebih menyesakan lagi. "Vin, aku harus apa?" guman Cesa pasrah.
All Rights Reserved
#372
alvin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HUSBAND [END]
  • DESSERT
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ADYRA
  • Kode Biru Rasa [END]
  • IMDL
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Don't Talk About Money
  • Z A L E R A
  • My Little Princess

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."

More details
WpActionLinkContent Guidelines