We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Please, Make Me Happy

Please, Make Me Happy

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 19, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu itu gak lebih dari cewek penggangu, berhenti ngikutin aku terus!" seru Alvin membuat langkah cewek itu terhenti. "Vin, sebenci itu kah kamu sama aku?" tanya cewek itu lirih. "Aku benci kamu. Sangat, sangat, sangat benci kamu, sampai aku berfikir seandainya hidupku gak ada kamu, mungkin semua akan lebih baik dari sekarang." ucap cowok itu penuh dengan penekanan. "Tapi kenapa?" cowok itu hanya menunjukan ekspresi yang sulit Cesa mengerti. Alvin berjalan menjauhi Cesa yang masih bergeming tak tau harus berbuat apa. Menahanya serasa percuma karna dirinya tak akan diangap lebih, melepaskanya juga begitu menyakitkan dan menunggu hanya menimbulkan rindu yang lebih menyesakan lagi. "Vin, aku harus apa?" guman Cesa pasrah.
All Rights Reserved
#74
sara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • ALRIN
  • COMPLICATED
  • One Heart (Very Slow Update)
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • HUSBAND [END]
  • AURORA
  • DESSERT
  • ADYRA
  • Kode Biru Rasa [END]

"Kamu ga akan pernah pergi, rumah kamu di sini kamu harus bareng terus sama Bunda" ucap Airin menahan putri bungsunya. "Maaf Bun, Ara pengen cari kebahagian Ara dan kebahagian itu ga Ara dapet di sini" ucap Ara sembari melepaskan tangan Airin yang menahannya. "Kamu akan pergi kemana? Cukup ikhlaskan Alvino dan semuanya ga ribet kayak gini" "Ayah ngomong gampang tapi aku yang jalanin susah! Sekarang coba Ayah yang ada di posisi aku, aku suruh Ayah pisah sama Bunda apa Ayah mau? Bertahun-tahun Fira selalu nomor satu di hati Ayah, tapi aku? Selayaknya pesuruh, selalu nurut apa kata penyuruhnya" Ara berkata dengan air mata yang semakin mengalir deras, ingin cepat pergi dari sana, "Apa Ayah pikir semua yang Ayah suruh dan aku turutin itu bikin aku bahagia? Jawabannya enggak!" Penasaran? Yukk langsung bacaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines