Lunatic Butterfly

Lunatic Butterfly

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 12, 2018
THRILLER - MYSTERY Sejak dulu, aku tahu bahwa di balik dunia yang berkilauan dihadapanku, terdapat tipuan di dalamnya. Bahwa segala sesuatu akan runtuh bersama hembusan angin. Aku berpaling. Aku menghindar. Ku pejamkan mataku. Aku takut. Aku takut dicintai atas apa adanya diriku. Karena mereka tak tahu siapa aku, tak tahu siapa kami. Jika kita dapat memutar-balikkan waktu, kemana kita harus kembali? Begitu kita sampai di tempat itu, bisakah semua kesalahan kita dihapuskan? Akankah bahagia menjadi milik kita selamanya? Aku lemah. Kami lemah. Kami hanyalah manusia. (Update setiap hari senin) [HIATUS karena kesibukan kuliah TTΔTT]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • just | btsvelvet √
  • Psycopat
  • shady || hyunlix ✓
  • School Love Affair ; BTS [END]
  • LATE.. [END]
  • Make Me Be A Pshyco
  • 13 PSYCHO √
  • YES, I'AM PSIKOPAT!
  • [TERBIT] 𝐀𝐠𝐫𝐞𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭 ✓

[ Fanfiction Boboiboy ] ~ "Sekali tertuduh tetap tertuduh." Malam itu, satu-satunya saksi hanyalah dia. Ia pasrah pada nasib jika orang itu membocorkan segalanya. "Gue tetep dikubu lo!" "Gue pembunuh!" Siapa sangka, bahkan ketika keduanya tidak lagi dekat, orang itu tetap menyimpan semuanya dengan baik. Sampai keduanya sadar, ada bejana yang lebih besar mengintai dari sudut kegelapan yang paling gelap. Remang-remang namun berbahaya, sesuatu berbisa yang menyebabkan huru-hara. Jenis gelap yang membinasakan nafas sampai tidak bersisa, jenis petaka yang membawa badai nestapa dan menggerus habis sisa kewarasan. "Lo yakin kita mampu? Gue udah nggak kuat, gue nggak bisa. Ayo udahin aja, ngaku kalah dan biarin mereka bunuh kita." "Lo gila?! Bayarannya Adik lo! Lo lupa Ice jadi taruhan didepan sana?!" "Terus harus gimana?! Semuanya juga nuduhnya gue yang jadi perkara!" "Makanya jangan nyerah! Yakinin mereka kalo lo cuma korban fitnahan!" Tapi bagaimana? Semuanya terlanjur lebur. Dia hanya memiliki dua pelipur lara, pun salah satunya dirusak habis seperti boneka tidak berharga. Sementara satu lainnya menjadi tameng padahal psikisnya tidak baik-baik saja. Tuhan, ini bagaimana? ~ • Angst, thriller, mental illness, criminal act • 15+ • Just Fanfic • Masa Rombak • Jokes LGBT bertebaran ©Nan4yz_

More details
WpActionLinkContent Guidelines