Selepas Kau Pergi

Selepas Kau Pergi

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Mar 10, 2018
WpInfo
Poetry
Kau ingin apa? Ingin Dia? Yang sudah lama tak bersama? Dengan sigap kujawab "iya". Jika mau, Tunggu, Tunggulah semampumu Sabar, Sabarlah dalam masamu Karena rasa bisa berubah Karena itu pula proses ini tercipta Tak lama, kau akan petik hasilnya. Btw ini revolusi dari @aksararasa yaaa!❤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • ASRAR|
  • BETWEEN
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • UNDERTOW || Babymonster-HIATUS
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • alunan diksi (sudah Terbit)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines