Billa (On Proses Revisi)

Billa (On Proses Revisi)

  • WpView
    Leituras 247,529
  • WpVote
    Votos 5,837
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadConcluída qua, abr 3, 2024
(17+ MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN) Tubuh ringkihnya ditarik dengan paksa, tanganya diikat dikepala ranjang milik pria iblis ini . Billa semakin takut ketika lelaki tersebut mengeluarkan lilin kecil yang sengaja diletakkan di tengah-tengah miliknya . Spontan saja Billa menutup pahanya , rasa panas dan gatal menguasai miliknya. "Bukaa, atau aku merobeknya" "Tap..pi jauhkan benda itu dari milikku" "Bukaa atau aku akan semakin menyakitimu" #CallMeBilla #17+
Todos os Direitos Reservados
#23
nothappy
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Agliophobia (Tamat)
  • RedFlag [End - Lengkap]
  • Isabella (Complete) End
  • SIDE TO SIDE (PLAY STORE)✔
  • Antara
  • Vendetta [Selesai]
  • THE PSYCHOPATH MR.BILLIONAIRE[ M'ELECIUS series#1] [ TAHAP RE-PUBLISH & REVISI ]
  • The Tycoon's Scandal

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo