DIAM
  • WpView
    Reads 575
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 19, 2018
Di dalam cinta ada dua pilihan. Mencintai atau dicintai. Bagi seorang perempuan bernama Arlyana Saputri lebih memilih mencintai daripada dicintai. Karena ketika kita mencintai, hanya kita yang merasakan sakitnya tanpa mengorbankan perasaan orang lain. Walaupun sakit ketika melihat orang yang disuka dekat dengan orang lain selain dirinya. Tapi, ini resikonya. Resiko dari mencintai dalam diam. Kalian pilih yang mana? Cover by yurlitasr
All Rights Reserved
#1
ataya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Loving in Silence [THE END]
  • SECRET ADMIRER [END]
  • Maaf✓
  • Di Sepertiga Malamku
  • ARA (BERHENTI DI KAMU. SUDAH TERBIT)✔
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • Who is My Destiny?
  • Jalan Cinta
  • TAKDIR ALYA

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines