K A M U
  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 16, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Alam, aku selalu ingin bisa berbicara jika duduk berdampingan denganmu. Aku tidak peduli dengan dirimu yang terlampau ribut membicarakan musik, film-film, cita-cita, dan cerita kehidupan di dunia ini. Meski kadang, aku tidak paham atau mungkin tidak sejalan dengan apa yang kamu ucapkan, Tapi kamu tahu tidak? Diam-diam aku turut tersenyum dengan sikapmu itu. Oh Tuhan. Aku tidak ingin membuat perempuan di depanku ini menangis." -Langit- "Langit itu laki-laki pendiam yang pernah aku temui. Tapi dia sering memberiku kejutan-kejutan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Dia juga sahabat laki-laki pertama yang aku dapatkan di dunia ini. Semesta, boleh? Jika aku berkata bahwa aku tidak ingin kehilangannya?" -Alam- Cerita ini untuk kalian. Yang selalu percaya bahwa takdir, sahabat sejati, cinta, kehilangan, dan kembali menemukan itu ada.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • I Love You
  • Ternyata, kamu.. | ✓
  • Hopeless
  • Destined for me 2
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines