K A M U
  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 16, 2018
"Alam, aku selalu ingin bisa berbicara jika duduk berdampingan denganmu. Aku tidak peduli dengan dirimu yang terlampau ribut membicarakan musik, film-film, cita-cita, dan cerita kehidupan di dunia ini. Meski kadang, aku tidak paham atau mungkin tidak sejalan dengan apa yang kamu ucapkan, Tapi kamu tahu tidak? Diam-diam aku turut tersenyum dengan sikapmu itu. Oh Tuhan. Aku tidak ingin membuat perempuan di depanku ini menangis." -Langit- "Langit itu laki-laki pendiam yang pernah aku temui. Tapi dia sering memberiku kejutan-kejutan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Dia juga sahabat laki-laki pertama yang aku dapatkan di dunia ini. Semesta, boleh? Jika aku berkata bahwa aku tidak ingin kehilangannya?" -Alam- Cerita ini untuk kalian. Yang selalu percaya bahwa takdir, sahabat sejati, cinta, kehilangan, dan kembali menemukan itu ada.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • CATATAN PEMBUNUHAN (END)
  • AETERNA  | Selesai✓
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Destined for me 2
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines