We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
K A M U
  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 16, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Alam, aku selalu ingin bisa berbicara jika duduk berdampingan denganmu. Aku tidak peduli dengan dirimu yang terlampau ribut membicarakan musik, film-film, cita-cita, dan cerita kehidupan di dunia ini. Meski kadang, aku tidak paham atau mungkin tidak sejalan dengan apa yang kamu ucapkan, Tapi kamu tahu tidak? Diam-diam aku turut tersenyum dengan sikapmu itu. Oh Tuhan. Aku tidak ingin membuat perempuan di depanku ini menangis." -Langit- "Langit itu laki-laki pendiam yang pernah aku temui. Tapi dia sering memberiku kejutan-kejutan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Dia juga sahabat laki-laki pertama yang aku dapatkan di dunia ini. Semesta, boleh? Jika aku berkata bahwa aku tidak ingin kehilangannya?" -Alam- Cerita ini untuk kalian. Yang selalu percaya bahwa takdir, sahabat sejati, cinta, kehilangan, dan kembali menemukan itu ada.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • I Love You
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • AETERNA  | Selesai✓
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Ternyata, kamu.. | ✓

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines