Titik Beku

Titik Beku

  • WpView
    Reads 423
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 3, 2018
Zetta percaya menikah bukanlah suatu pencapaian. Masih banyak yang harus Zetta lakukan dan persiapkan. Lagi pula dia sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang. Tak perlu lah, buru-buru menikah. Karena semua harus pada porsi yang sesuai, bukan? Tapi mana mau orang tuanya mengerti? Yang mereka tahu, Zetta sudah cukup usia untuk berkeluarga. Pacar juga sudah punya. Akan tetapi, bagaimana bisa dia membahas masalah keluarganya yang mendesak pernikahan, jika kekasihnya saja malah melakukan hal-hal yang menimbulkan benih-benih kecurigaan, menghancurkan fondasi terkuat dalam suatu hubungan bernama kepercayaan?
All Rights Reserved
#4
pecah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bersamamu [Selesai | BL | MPREG]
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • TOXIC LOVE
  • HE WANTS TO FIX ME / TAMAT
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

Satya terkejut saat mengetahui dirinya akan segera menikah setelah kepulangannya dari KKN. Dan sialnya lagi orang yang ingin menikahinya adalah seorang laki-laki. Selama ini Satya yakin jika dirinya bukan gay walau nggak pernah dekat dengan seorang wanita. Satya nggak pernah menyangka bahwa dirinya akan menghabiskan sisa hidupnya bersama Elvan Bramantio Dirgantara, laki-laki yang menikahinya. Satya nggak pernah tahu bagaimana kehidupan rumah tangga sesama sejenis. Yang Satya tahu, kehidupan berumah tangga itu sama seperti kehidupan kedua orang tuanya. Hanya saja, dalam kehidupan rumah tangganya yang berbeda dari orang lain ini, ia berpikir bahwa nggak akan ada hubungan seksualitas di dalamnya. Satya juga nggak pernah berpikir bahwa pernikahan sesama sejenis itu akan merugikan dirinya dan juga orang lain. Namun, Satya baru menyadari satu hal yang nggak akan pernah ia dapatkan dalam pernikahannya setelah hidup bersama dengan sang suami. Satya baru menyadari bahwa pernikahan sejenis itu banyak sekali hambatannya dan juga kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak. Hal yang paling mendasar selain gunjingan dari masyarakat dan restu dari masing-masing orang tua adalah keturunan. Berhasilkah Satya memberikan keturunan untuk sang suami? Bagaimanakah Satya akan menjalani biduk rumah tangganya bersama Elvan di tengah-tengah masyarakat yang tabu akan pernikahan sejenis? Dan yang terpenting, bisakah dia mendapatkan restu dari ayah Elvan yang baru ia tahu bahwa beliau nggak merestui pernikahan mereka? PERINGATAN! *Cerita bertema LGBT *Dewasa 21+ *Adegan seks eksplisit *MPREG

More details
WpActionLinkContent Guidelines