Titik Beku

Titik Beku

  • WpView
    LECTURAS 423
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 3, 2018
Zetta percaya menikah bukanlah suatu pencapaian. Masih banyak yang harus Zetta lakukan dan persiapkan. Lagi pula dia sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang. Tak perlu lah, buru-buru menikah. Karena semua harus pada porsi yang sesuai, bukan? Tapi mana mau orang tuanya mengerti? Yang mereka tahu, Zetta sudah cukup usia untuk berkeluarga. Pacar juga sudah punya. Akan tetapi, bagaimana bisa dia membahas masalah keluarganya yang mendesak pernikahan, jika kekasihnya saja malah melakukan hal-hal yang menimbulkan benih-benih kecurigaan, menghancurkan fondasi terkuat dalam suatu hubungan bernama kepercayaan?
Todos los derechos reservados
#60
pecah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Perempuan Kedua
  • Sweet Disaster
  • I'm With You (End)
  • Welcome My Happiness
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela)
  • HE WANTS TO FIX ME / TAMAT
  • Bukan Cerita Kita
  • Beyond Perfection
  • Bersamamu [Selesai | BL | MPREG]
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]

Sepuluh tahun menjalani pernikahan, Arman dan Mutia adalah pasangan sempurna di mata orang-orang terdekatnya. Arman tampan, dan memiliki karier yang mapan. Mutia menarik, dengan karier yang tak kalah cemerlang. Keluarga mereka semakin sempurna oleh kehadiran dua putri yang cantik. Tetapi di balik itu, tidak ada yang tahu sedalam apa luka hati Mutia karena sang suami masih dekat dan bekerja bersama mantan pacar semasa kuliah yang bernama Arini. Juga tidak ada yang tahu, di balik karakternya yang kalem dan menawan, Arman harus jatuh bangun demi tampil sempurna di hadapan keluarganya. Tanpa mereka sadari, keduanya terlalu sibuk menyelamatkan ego masing-masing dengan meneggelamkan diri pada pekerjaan. Tanpa mereka sadari, pernikahan mereka telah menjadi muara yang kosong tanpa makna. Lalu peringatan itu datang dalam bentuk foto Arman bersama Arini. Membuat Mutia harus mengobrak-abrik zona nyaman yang selama ini dia pertahankan demi keutuhan keluarga. Serta memberanikan diri untuk mengupas lapis demi lapis karakter Arman, dan mencari semua rahasia hidup pria yang telah menjadi suaminya ini. Pada akhirnya, Mutia tiba pada pertanyaan, apakah dia masih punya alasan untuk bertahan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido