Kepada biru

Kepada biru

  • WpView
    Reads 1,377
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 2, 2018
Biru, aku belajar satu hal menyakitkan tapi tidak bisa aku elakkan. Ialah perasaan. Aku belajar bahwa seingin apapun aku memilikinya, dia tetap tidak bisa aku genggam. Dia terlalu jauh. Bahkan ketika dia tengah hadir menghiburku pun dia tetap terasa jauh. Biru, ingin sekali aku percaya jika semesta akan memberikan sedikit kesempatan untuk bersama. Ingin sekali rasanya aku percaya, tapi aku tidak bisa. Berkali-kali otak dan hatiku bertengkar akan hal ini. Biru, aku lupa kapan terakhir kalinya aku memiliki keinginan yang amat sangat aku ingini. Sebab sekarang aku sudah tidak berani lagi untuk bermimpi. Aku tidak ingin jatuh. Apalagi sendirian. Tidak ada yang membantu untuk bangkit, bisa jadi hanya ditertawakan. Biru, semenjak kenyataan itu aku terima. Aku sudah menutup hati tanpa ingin membukanya. Sebut saja aku jahat. Aku hanya tidak ingin menambah pecahannya. Sakit. Biru, aku hanya bisa diam ketika aku teringat tentangnya. Diam dengan menahan seluruh rasa sesak dalam dada. Kau pasti berpikir apa aku tidak lelah bersedih? Aku bahkan sudah tidak bisa rasa apa yang tengah aku rasa. Biru, semesta kira aku kuat. Padahal aku hanya pandai menyembunyikan tangis.
All Rights Reserved
#81
tentangkamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Just Words
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Sekali Lagi (End)

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines