Kepada biru

Kepada biru

  • WpView
    LETTURE 1,374
  • WpVote
    Voti 80
  • WpPart
    Parti 25
WpMetadataReadCompleta ven, mar 2, 2018
Biru, aku belajar satu hal menyakitkan tapi tidak bisa aku elakkan. Ialah perasaan. Aku belajar bahwa seingin apapun aku memilikinya, dia tetap tidak bisa aku genggam. Dia terlalu jauh. Bahkan ketika dia tengah hadir menghiburku pun dia tetap terasa jauh. Biru, ingin sekali aku percaya jika semesta akan memberikan sedikit kesempatan untuk bersama. Ingin sekali rasanya aku percaya, tapi aku tidak bisa. Berkali-kali otak dan hatiku bertengkar akan hal ini. Biru, aku lupa kapan terakhir kalinya aku memiliki keinginan yang amat sangat aku ingini. Sebab sekarang aku sudah tidak berani lagi untuk bermimpi. Aku tidak ingin jatuh. Apalagi sendirian. Tidak ada yang membantu untuk bangkit, bisa jadi hanya ditertawakan. Biru, semenjak kenyataan itu aku terima. Aku sudah menutup hati tanpa ingin membukanya. Sebut saja aku jahat. Aku hanya tidak ingin menambah pecahannya. Sakit. Biru, aku hanya bisa diam ketika aku teringat tentangnya. Diam dengan menahan seluruh rasa sesak dalam dada. Kau pasti berpikir apa aku tidak lelah bersedih? Aku bahkan sudah tidak bisa rasa apa yang tengah aku rasa. Biru, semesta kira aku kuat. Padahal aku hanya pandai menyembunyikan tangis.
Tutti i diritti riservati
#145
melepaskan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Aksara Tak Bertuan
  • TENTANG RASA
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • You're Here, But Not For Me
  • Just Words

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti