Yang Tersakiti

Yang Tersakiti

  • WpView
    Membaca 384
  • WpVote
    Vote 33
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jun 5, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Yang Tersakiti, ialah kumpulan puisi karya saya sendiri, dimana banyak puisi sedih juga patah hati. Tidak hanya itu, masih banyak puisi lainnya yang sudah saya buat. Ini real karya sendiri tidak ada rekayasa apapun. Semoga banyak yang membaca dan suka juga berkenan dengan karya-karya yang saya buat ini..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#12
nesha
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Hanya Saja
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Imam Hati ✔️ (Part Lengkap)
  • Tentang Kamu [Completed]
  • Rintik Rindu
  • Perihku Ditinggalkan
  • Ruang Diksi [Completed]

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan