Locus
  • WpView
    Reads 81,520
  • WpVote
    Votes 2,990
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2015
"Oke, gue ngerti elo juga gak pengen ngabisin waktu bareng gue, gimana kalau gue ngajuin 3 permintaan yang harus elo penuhin, elo juga ngerti kan kalo elo harus menuhin semuanya sebagai bahan lelang yang udah gue menangin" gue mendengus kecil, 3 permintaan? Apa? Ciuman bergairah?? Blowjob? Atau apa? Cewek cewek, sama semua. "Gue gak mau 3 permintaan elo itu ada sangkut pautnya dengan sesuatu yang bersifat jangka panjang" jangan harap nona, bisa ngambil kesempatan dari gue. "Iya, lagian juga gue gak tertarik sebenernya ngelakuian apapun yang bersifat jangka panjang sama elo" gue kaget denger kata-katanya, tapi secepat kaget itu datang secepat itu pula gue sembunyiin, gak tertarik?. "Pertama... Uhuk uhukk... Elo bisa gak ngerokok malam ini doang??" Belum pernah gue temuin cewek yang gak tahan bau rokok selain mama sih, Gue gak pernah juga dilarang ngerokok sama siapapun apalagi cewek,kecuali sama papan papan peringatan umum yang bilang "no smoking", itupun secara gak langsung, kesel gue mendelik ke arah cewek yang sekarang nutup hidung dengan mata yang mulai berair, gue tertegun perlahan nyari asbak dan matiin rokok gue. " Seandainya gue bisa ngapa-ngapain dideket orang ngerokok, gue gak bakal ngelarang elo, gue gak suka ngelarang - larang orang, but... Thanks ya" mata yang berair tadi kemudian keliatan cerah lagi, sambil senyum dan bilang terimakasih ke gue. Beneran gak salah lagi ini cewek yang lagi mencoba membuat tidur bayinya yang gue liat kapan juga sih, gue lupa. Gue masih cengo tapi kemudian balik ngeliatin dia pas gue baru balik ke kesadaran gue kalau dia juga lagi merhatiin gue, dari ujung kaki sampai leher, dia gelanjutin perkataannya " Itu permintaan pertama gue, yang kedua... Hmm gue boleh potong kuku elo gak?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Pergi, Ayi
  • Transmigrasi: Love Punch
  • Annoying but dear
  • My Girl Is My Savior {MGIMS}
  • Orang Ketiga
  • my story
  • MAUREN (On Going)
  • The Ducibella 【End】
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

"Kamu jangan deket-deket terus sama dia." Katanya tiba-tiba. "Kenapa memang? Dia kan temen aku mas." Jawabku menimpali "Pokoknya kamu jangan deket-deket sama dia, mas gasuka." Jawabnya dengan raut muka kesal. "Cemburu ini mah pasti." Kataku dalam hati. "Mas cemburu yah." Godaku "Engga, siapa juga yg cemburu. Jangan geer kamu." Elaknya yg membuatku ingin tertawa. Penasaran ga sih gimana ceritanya. Yu ikutin cerita aku. Jangan lupa kasih komentar yaaa. Kalo perlu beri aku dukungan kalian kalo cerita aku ini bagus. Siapa tau aku jadi semangat buat nulis cerita-cerita lainnya. Hehehe Oiya. Ngomong-ngomong ini cerita pertama aku gais, maaf ya kalo banyak banget salahnya. Maklum bukan penulis juga. Maaf kalo bahasanya gabaku terus agak ga nyambung. Tapi aku berusaha kok buat cerita ini semaksimal yg aku bisa. Jadi yu baca yu. Hehehee Cerita ini mengandung unsur LGBT, jadi buat kalian yg ga suka ga usah khawatir tinggal di skip aja ya hehe. Sekali lagi jangan di hujat yaa hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines