Locus
  • WpView
    Reads 81,519
  • WpVote
    Votes 2,990
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2015
"Oke, gue ngerti elo juga gak pengen ngabisin waktu bareng gue, gimana kalau gue ngajuin 3 permintaan yang harus elo penuhin, elo juga ngerti kan kalo elo harus menuhin semuanya sebagai bahan lelang yang udah gue menangin" gue mendengus kecil, 3 permintaan? Apa? Ciuman bergairah?? Blowjob? Atau apa? Cewek cewek, sama semua. "Gue gak mau 3 permintaan elo itu ada sangkut pautnya dengan sesuatu yang bersifat jangka panjang" jangan harap nona, bisa ngambil kesempatan dari gue. "Iya, lagian juga gue gak tertarik sebenernya ngelakuian apapun yang bersifat jangka panjang sama elo" gue kaget denger kata-katanya, tapi secepat kaget itu datang secepat itu pula gue sembunyiin, gak tertarik?. "Pertama... Uhuk uhukk... Elo bisa gak ngerokok malam ini doang??" Belum pernah gue temuin cewek yang gak tahan bau rokok selain mama sih, Gue gak pernah juga dilarang ngerokok sama siapapun apalagi cewek,kecuali sama papan papan peringatan umum yang bilang "no smoking", itupun secara gak langsung, kesel gue mendelik ke arah cewek yang sekarang nutup hidung dengan mata yang mulai berair, gue tertegun perlahan nyari asbak dan matiin rokok gue. " Seandainya gue bisa ngapa-ngapain dideket orang ngerokok, gue gak bakal ngelarang elo, gue gak suka ngelarang - larang orang, but... Thanks ya" mata yang berair tadi kemudian keliatan cerah lagi, sambil senyum dan bilang terimakasih ke gue. Beneran gak salah lagi ini cewek yang lagi mencoba membuat tidur bayinya yang gue liat kapan juga sih, gue lupa. Gue masih cengo tapi kemudian balik ngeliatin dia pas gue baru balik ke kesadaran gue kalau dia juga lagi merhatiin gue, dari ujung kaki sampai leher, dia gelanjutin perkataannya " Itu permintaan pertama gue, yang kedua... Hmm gue boleh potong kuku elo gak?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SHAKARA (END)
  • Transmigrasi: Love Punch
  • More Than Senior
  • My Sugar Daddy(END)
  • KEPINCUT BRONDONG
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • MAUREN (On Going)
  • Gue Jadi Istri Muda ?

shaka diam-diam masuk ke kamar yoana. langkahnya ringan, nyaris tanpa suara. dalam remang cahaya kamar, ia mendekat dan perlahan duduk di sisi ranjang. tanpa berkata apa-apa, ia menunduk dan menyentuh bibir yoana dengan lembut. yoana yang awalnya terlelap, terbangun oleh sentuhan asing di bibirnya. matanya terbuka perlahan-dan ia mendapati shaka di sana, menatapnya dalam-dalam sambil terus menyentuh bibirnya. "mmh..." yoana berusaha mendorong tubuh shaka pelan, kebingungan dengan situasi itu. namun shaka justru bergeser, kini duduk di antara kedua lutut yoana, membuat geraknya terbatas. matanya tajam menatap mata yoana yang penuh tanya dan cemas. "yoana..." bisiknya lirih, "gue cuma pengen ngambil kembali sesuatu yang harusnya milik gue." yoana menggeleng cepat, napasnya tercekat. ia tak bisa berkata apa-apa. °°°°° shaka menarik napas dalam-dalam, lalu menunduk. ia meletakkan kedua tangannya di sisi kaki yoana, lalu menundukkan kepala hingga menyentuh lantai. suaranya rendah, nyaris seperti doa. "izinin gue buat masuk ke dalam hati lo..." yoana tetap diam, tatapannya kosong. ia belum sepenuhnya paham maksud shaka. "dan izinin gue... buat bahagiain lo," ucapnya lirih, nyaris tak terdengar. yoana menunduk. lama. lalu perlahan, ia mengangguk pelan. hanya satu anggukan, tapi cukup untuk membuat dada shaka terasa hangat. mau tau kelanjutannya ga? kalo mau ikuti akun ku dan kalian bisa baca deh start: 24-02-2025 finished:7-11-2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines