Di ujung nada Cinta

Di ujung nada Cinta

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 22, 2018
Hari itu sepi sekali, hanya rintihan hujan yang terdengar oleh telinga mungil ini. Mungkin sebagian orang berpikir sekedar minum kopi sambil menyaksikan televisi adalah hal yang dirasa tepat untuk mengisi kekosongan ini. Tapi tidak bagi pria paruh baya yang sedari tadi duduk termenung dengan tenang. Di hadapan kanvas putih itu Ia mengadu. Tangan kanannya menggenggam kuas erat. Sesekali Ia terbatuk. Rambutnya yang mulai memutih tak jarang ia garuk dan jambak sesuka hati. Kuas itu kini bergerak maju, terlihat ragu dan nampak sedikit goyah. Sorot matanya terlihat berkaca-kaca. Entah apa yang sedang merasuki pikirannya kini. Suasana dingin justru bagai sebuah anomali yang membuat dirinya gugup berkeringat. Tiba-tiba terdengar teriakan. Kuas itu terlempar jauh. Sedangkan sang empu menjerit sejadi-jadinya. Terpancar gejolak batin muncul dari raut wajahnya. Sejak saat itu tempat ini menjadi saksi. Tak terduga, tempat pertemuan yang dulu mereka gandrungi justru meninggalkan kenangan pahit. Sesekali cewek itu kembali. Menanti cinta yang tak pasti. Tapi hanya kerinduan yang menghampiri dan menyelimuti kekosongannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#262
akad
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Perder El Amor
  • Perihal Sandwich(End)
  • Z O W I E
  • LOVE IS LOVE
  • BUNGA KEMBALI
  • Winter
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓

Di malam yang dingin.. Rembulan pun enggan memperlihatkan dirinya, hujan disertai angin kencang dan suara petir yang memekik telinga Seorang wanita duduk tersimpuh dilantai marmer putih dingin, rambut panjang terurainya menghalangi wajah cantiknya yang terdapat noda merah di pelipis kirinya dan bekas pukulan yang membiru. Keadaan dirinya sedang berantakan dan hatinya remuk tak berbentuk, ia menangis tersedu-sedu meratapi hidupnya yang kini sirna. She loving him, but... "Aku menikah denganmu, hanya mengikuti permintaan orang tua ku, bukan karena aku mencintai mu!. Jangan harap kau, kalau aku mencintaimu" ucap seorang pria "..." "Yang ku lakukan selama ini, tidak ku dasari dengan cinta, sayang dan apapun itu. Ku hanya menganggap kau sebagai manekin hidup yang tak berarti!" ucap pria lagi Hati wanita itu bagai di hujami belati dan hancur seketika, ia terus menangis tanpa henti menahan sakit hatinya dan fisiknya "Dan apa itu cinta? aku tidak mengenalnya and never knew about that!" lanjutnya Pria itu tersenyum miring sembari mengangkat dagu wanita itu untuk bisa menatap dirinya "Ckck cinta" "BULLSHIT" ucapnya sambil tertawa di depan wajah wanita itu 'Sakit hati yang tidak bisa di deskripsikan dengan kata-kata, ucapannya bagaikan ribuan belati yang menghujami diri ini. I Love him, always' -Alejandro Castillo Zhelobovskaia -Rhea Farheen

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan