i'm walk alone

i'm walk alone

  • WpView
    LECTURES 20,214
  • WpVote
    Votes 496
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mars 15, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta itu hanya indah saat pandangan pertama,saat pertama kali bertemu dan baru menjalaninya. Namun sayangnya nanti, semua akan berkurang sedikit demi sekidit,entah itu rasa sayang,cinta atau nyaman. Berawal dengan sangat indah berakhir dengan tragis. Itu lah cinta, cinta itu sangat dinamis kita akan merasakan terbang sangat tinggi begitu bahagianya akan hal cinta, atau pun kita akan jatuh sejatuh-jatuhnya karena cinta.
Tous Droits Réservés
#19
terpuruk
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Erlangga
  • Yang Tertinggal
  • Save Feelings
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Still Ours [Hiatus]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Fall for You
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu