BEST ENEMY

BEST ENEMY

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana ketika dua orang yang saling bermusuhan tinggal di rumah yang bersebelahan? ‎ Bagaimana ketika dua orang yang saling membenci selalu bertemu pandang setiap hari? Arkan selalu merasa risih karena hadirnya Aera. Begitu pula sebaliknya. Tinggal di komplek perumahan yang sama dan bersekolah di sekolah yang sama adalah hal terburuk bagi mereka. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. ‎..... "Jangan terlalu membenci karena benci dan cinta hanya dipisahkan oleh garis yang sangat tipis. Ntar jadi kayak gue."-Arkan Kai Danuarta "Gatau deh kenapa bisa jadi kebawa rasa. Gue saranin nih ya, jangan terlalu benci, ntar jadinya cinta." -Aera Andromeda
All Rights Reserved
#30
aera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Andira [End]
  • AURORA
  • Imaginary Boyfriend
  • Friendzone
  • Sincere (Nara)
  • Eliinaa
  • Awas Jatuh Cinta
  • coward
  • ALEAGAS [END]

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines