Story cover for RELOKA by Alfina86
RELOKA
  • WpView
    Leituras 295
  • WpVote
    Votos 54
  • WpPart
    Capítulos 6
  • WpView
    Leituras 295
  • WpVote
    Votos 54
  • WpPart
    Capítulos 6
Em andamento, Primeira publicação em fev 22, 2018
Pitaloka mendengus sebal, sedari tadi Reka terus memandangi dirinya. Reka tak henti-hentinya tersenyum melihat wajahnya. Membuat Pitaloka jadi salah tingkah, meskipun dirinya fokus pada ponsel tapi tetap saja dia tidak ingin diperhatikan seperti itu. 

"Apa?" sentakan Pitaloka berhasil membuat Reka berhenti menatapnya.

Reka kembali menatapnya. Dia tersenyum. "Kurangin liat layar ponsel. Banyakin liat muka aku!"
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar RELOKA à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#43icegirl
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿) , de EphraimLoey
64 capítulos Concluída
𝘞𝘢𝘳𝘯𝘪𝘯𝘨 ❗ 🚫𝘊𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘜𝘞𝘜 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘶𝘵, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘤𝘢!🚫 🚫𝐒𝐒𝐄𝐁𝐀𝐆𝐈𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐃𝐈𝐏𝐑𝐈𝐕𝐀𝐓, 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀. 𝐓𝐊𝐒. 💓🚫 ⚠️ᴘʟᴀɢɪᴀᴛ ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ ᴍᴇɴᴅᴇᴋᴀᴛ⚠️ "Aku suka sama kamu," ucap gadis berambut panjang itu pada laki-laki tampan di depannya. Dan ya, laki-laki itu melongo. "Sejak kapan?" tanya pria itu dengan alis yang saling bertautan menandakan ketidaksukaan. "Udah lama, sejak SD." "Sejak SD?" ulang pria itu. "Kamu masih kecil," kata pria itu cuek. "Aku udah besar," jawabnya tak mau kalah. Pria di depannya sangat menyebalkan. Padahal umur mereka hanya terpaut tiga tahun. Pria itu mengangkat alisnya sebelah sambil berbalik mengambil minuman soda dari lemari es. "Mau bukti?" desak gadis itu. "Bukti apa?" Pria itu berjalan ke pantri dekat dapur. "Kalau aku sudah besar," ucapnya mengikuti pria itu. "Nggak usah, kamu jelek," jawabnya lagi. Membuat gadis itu jengkel. Udah langsung aja baca ya!! 💓 •Sanksi Pidana Pelanggaran Hak Cipta• ✓ 📌Untuk PLAGIAT : Pidana penjara paling singkat satu bulan dan/atau denda paling sedikit 1 juta rupiah, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak 5 milyar rupiah. Copyright 2020 by @EphraimLoey
DAKSA [END], de StarNight_SF
46 capítulos Concluída
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] PART MASIH LENGKAP! "Kemana tadi?" Daksa yang mendengar pertanyaan Kara jadi gugup dan bingung harus jawab apa "JAWAB!" ucap Kara dengan nada yang lebih tinggi "Tadi habis..habis...habis..anu..itu..." jawab Daksa bingung dan menggaruk pipinya yang tidak gatal "Jawab jujur atau gue lebih marah" "Tadi gue habis nganterin Elsa belanja ke mall, gue mau nolak sebenernya tapi dia ngancem putus" Kara yang mendengar itu menghebuskan nafas kasar Daksa Pramudya Aksara, laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ini memiliki sifat dingin,ganas,cuek,tapi kalau udah ada pawangnya jinak. Daksa adalah salah satu murid nakal sekaligus berprestasi disekolahnya. Daksa memiliki sahabat perempuan yang sangat ia jaga,kalau ada yang ganggu sahabat kesayangannya ini, jangan harap bisa selamat dari amukan Daksa Karana Anastasya Rajendra, perempuan yang masih duduk di kelas 2 SMA ini memiliki sifat yang jutek, galak, tapi penyabar dan penyayang, apa lagi kalau udah berhadapan sama sifat sahabat laki-lakinya itu. Cuma Kara yang bisa jinakin sahabatnya ini. Banyak yang berfikir kalau hubungan Daksa dan Kara lebih dari sekedar sahabat. Tapi keduanya tidak mempedulikan itu, mereka hanya berteman dan mengangap hubungan mereka seperti adik-kakak. Tapi.... tidak ada yang tahukan kedepannya bagaimana Masalah yang datang di hubungan mereka membuat mereka menyadari perasaan mereka yang sebenarnya.... Gambar di cerita : Pinterest Publish : 25/06/21 End. : 18/10/21 TAHAP REVISI REPOST : 11/11/21 SELESAI : 11/12/21 [DON'T COPY MY STORY!!] 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
AL AL GANG [Complicated], de rtnkrtsr
34 capítulos Concluída
Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Feathers cover
Aderaga [ON GOING] cover
𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)  cover
REALLY I LOVE YOU  cover
DAKSA [END] cover
AL AL GANG [Complicated] cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
Only You [Slow Update] cover
Adinda cover

Feathers

41 capítulos Concluída

Matahari tersenyum riang, menyapa pagi yang masih berembun, seorang gadis masih tertidur pulas dengan selimutnya tak lupa dengan dekapan lengan yang masih setia melingkari pinggangnya Sedangkan sang empu tangan hanya menatap gadisnya geli, sepertinya gadisnya itu memang menetapkan dalam hatinya untuk tidur pulas Dengan usil cowok itu memainkan surai hitam gadisnya, lalu jemarinya turun menyentuh kelopak mata gadisnya yang masih setia terpejam, merasa terganggu, gadis itu membuka matanya "Pagi!" Gadis itu hanya melirik sekilas sebelum ia kembali menyurukkan wajahnya pada dada bidang Rega, Rega hanya tersenyum sekilas sebelum ia kembali mengganggu tidur gadisnya itu "Hei bangun! Tidur mulu ih!" Kata Rega sembari iseng memainkan hidung gadis itu "Jangan ganggu, gue mau tidur lagi" Katanya lebih seperti gumaman teredam oleh dada bidang Rega Yuk kepoin cerita mereka!