Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

  • WpView
    Reads 577
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
*Mr. and Mrs. Mahardika Sejauh apapun cinta pergi, ia takkan pernah tersesat dan akan selalu kembali ke tempat yang ia sebut rumah. *** Cerita ini di buat berdasarkan hayalan yang bersarang di otak saya jadi jika ada kesamaan tokoh atau latar saya mohon maaf karena saya hanya sebatas manusia yang tak luput dari kesalahan. Cerita ini agak sedikit dewasa walaupun akan saya buat masih dalam batas yang wajar namun untuk berjaga-jaga bagi adik-adik yang belum memiliki ktp harap mengurungkan niatnya untuk membaca cerita ini. Terima Kasih. #18+ #First
All Rights Reserved
#6
crazystory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Cause I Love You
  • Faktitius
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • SIMALAKAMA💋
  •  HAZELA
  • Only You [Slow Update]
  • Short Story
  • I Love You My Soulmate [COMPLETED]
  • [ E N D ] Bandung dan Kenanganku Tentangmu

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines