Puisi Hati

Puisi Hati

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 8, 2018
Langit yang gemilang ingin memiliki suara hati yang jernih. Bayang wajahmu dalam memori seakan tak mudah membuat langit akan sendu. Jernih air mata laut ingin dirindukan oleh sang pemuja hati. Suara hati yang kau pacu cepat akan sangat mudah merindu bila kau memberi aku senyum seindah langit. Jiwa keabadian, tunggu aku di depan kuil, karna disana tempat yang bisa membuat aku merindu akan syahdunya malam ditemani tawa bintang. Air percayakan puisi hati ini ke dalam relung hatinya. Karna sudah terucap dalam kenangan bahwa langit merindukan air mata laut yang jernih. Aku percaya angin pun akan bersorak riuh jika tau bahwa apa yang pernah ia rindukan akan membawanya dalam kenangan bak sejernih air mata laut. Vero Tertawa. Mampukah aku tenggelam dalam pelukmu? Atau hanyakah ilusi? Percayakah bila kamu pernah terjatuh? Dalam gulitanya dekap peluk seseorangmu? Jika memang benar. Dapatkah hati berkata bahwa dia memang sendu harianmu? Sesal dan tangis ini selalu ada untuk melindungimu dari bencana keabadian karna sesungguhnya tak ada hubungan yang selalu abadi dan itulah yang membuat aku tertawa.. Vero Kasih Lenyap, aku terngiang akan gundahnya kelabu padaku. Memberontak dengan tangis pilu nan gugu. Cuaca tak mendukung, namun sinyal cinta kembali hadir dan membantuku menemukanmu. Sadar bahwa aku bukan untukmu, aku rela terbunuh oleh egoisku sendiri. Kasih, kenanglah rinduku, karna itu akan membuatmu terjatuh. Kasih, kenanglah tawaku walau itu menyakitkan untukmu. Vero
All Rights Reserved
#260
vero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • My Quuen is Bad Gril
  • Our Love Story
  • KHALISA🖤
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Your Beautiful Eyes (END)

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines