KAMU; Sepatah Kalimat Implisit

KAMU; Sepatah Kalimat Implisit

  • WpView
    Reads 1,313
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku melihatmu. Aku selalu melihatmu, sepertinya. Karena waktuku, aku melihatmu. Meski hanya dalam benak, meski hanya dalam pikiran. Aku melihatmu. Ternyata begitu jauh dari jangkauanku. Atau tanganku yang terlalu kecil untuk meraihmu? Sepatah dua patah kalimat-kalimat implisit. Bukan tentang kita. Bukan tentang kami. Bukan tentang aku dan kamu yang menjadi kita atau kami. Bukan juga tentang kamu dan segala hal darimu yang hampir menyentuh sempurna. Ini hanya tentang diriku yang mengagumimu, dari jauh. Bagai manusia yang suka sekali malam, karena ada bintang.
All Rights Reserved
#130
kamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Poetry
  • Tentang Rasa
  • From Leiden
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • About Secret Admirer #Wattys2017

Dear Readers, Saya adalah penulis amatir yang hanya berani bergerak didalam ruangan 3x4. Ruangan saya berisi banyak sekali buku-buku referensi yang dapat membantu saya berkembang. Meja saya penuh barang terlalu sempit hanya untuk meletakkan sebuah laptop hitam 14 inci. Berbekal sebuah pena dan note kecil untuk mencatat hal-hal yang dapat menjadi ide cerita saya. Saya akan menuliskan sebuah kumpulan cerita, mungkin juga sebuah puisi, mungkin juga sebuah sindiran, dan mungkin juga sebuah kenangan. Cerita ini mengisahkan kebahagiaan serta luka. Karena hidup tidak melulu soal bahagia. Karena luka harus ada untuk mendewasakan kita. Itulah mengapa saya memilih kue hal yang saya suka sebagai perwakilan sebuah kenangan dan kopi hal yang saya tidak suka sebagai perwakilan sebuah kepahitan. Ini bukan cerita mengenai saya, mengenai dia, mengenai kamu, mengenai kami, mengenai kita ataupun mengenai mereka. Ini adalah cerita bagaimana seorang reader yang akan menilainya. Saya harap anda menyukai, menikmati dan tenggelam bersama saya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines