We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unspeakable

Unspeakable

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 13, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Menangis bukanlah puncaknya- Mungkin aku perlu belajar dari air mata yang tegar, tetap tenang dan tak luruh dari persingahannya Sekarang aku mengerti arti dari yang tak terkatakan Aku paham betul seberapa besar rasa yang tersimpan dibaliknya" --- Chari seorang mahasiswa kedokteran yang merasa salah jurusan memutuskan untuk melarikan diri saat kelas anatomi berlangsung. lahir dari 2 bersaudara namun orangtuanya memperlakukannya seolah ia adalah anak tunggal, saudara kembarnya memutuskan untuk tinggal di New York setelah lulus dari SMP. sampai akhirnya keadaan Chari yang memaksa Mama, Papa, dan Zisel kembali berkumpul. disisi lain, keadaan tidak pernah memutus perasaan dan semangat Chari untuk tetap bertahan agar mampu tinggal bersama orang-orang terkasih. orang spesial yang selalu dirindukannya selain Mama, Papa, dan Zisel. Ibrahim. pria yang mampu membuat Chari tersenyum tanpa Ibrahim sadari. Disisi lain doa mengudara setiap harinya.ada sosok lain yang tidak ingin selangkahpun meninggalkan Chari, Hisyam. Sahabat yang diam-diam dibuat jatuh hati padanya.
All Rights Reserved
#1
proud
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Story With You
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • HARUSKAH KU PERGI
  • MY IDOL GIRLFRIEND ( ZEESHA )
  • between love and edelweiss 2 [END]
  • SEA AND MOUNTAINS ( ZEESHA )
  • MELLIFLUOUS

Hijrah itu mudah kok. Yang sulit itu Rasa Siap nya, Rasa Malu nya, dan Rasa gengsi nya. "Arif melamar aku, kak." Ucap Putri sembari menunduk. Davanca terkejut kontan menatap Putri yang sudah menunduk dalam. Ada rasa sesak yang tiba-tiba saja menusuk jantung nya. "Oh, Arif.. dia orang yang baik dan," Davaca menatik napasnya sejenak. "Dia juga orang yang Shaleh. Arif pasti bisa membimbing kamu." "TERIMA SAJA." Putri mengangkat wajahnya perlahan menatap Davanca yang kali ini menunduk membalik-balik halaman bukunya. Putri berusaha mencerna jawaban Davanca. Bukan, Itu jawaban yang putri harapkan. Putri berharap Davanca menyuruhnya menolak Arif dan sebagai gantinya ialah yang akan menggantikan posisi Arif. Keduanya saling merasa sakit. Saling menyukai namun sama-sama tak ada yang berani, mengungkapkan isi Hati. Dapatkah Davanca dan Putri bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines