Paradoks
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 23, 2018
Ia tak pernah lelah mencari. Mencari pecahan pecahan kaca yang tercecer di lantai semesta. Pecahan pecahan kaca yang terkadang bisa ia gunakan untuk bercermin. Terkadang pula, pecahan pecahan kaca itu membuatnya kakinya terluka. Ia berjalan di tapak demi tapak kalimat, untuk menemukan apakah di ujung setiap kalimat terdapat sebuah titik yang menjadi akhir. Ataukah titik itu hanyalah permulaan untuk sebuah kalimat baru. Ia meninggalkan rumahnya semenjak baru saja lahir dari kandungan. Ya, dirinya merupakan anak yang tidak diharapkan oleh orang tuanya. Ia pun ditemukan oleh seorang pengemis tua yang sedikit gila. Ia ditemukan di dekat lembah Angkoro. Sebuah lembah yang berada di hutan Sukmo. Pengemis tua itu bingung, bayi yang ia temukan dinamai siapa. Kebingungannya tiba tiba dijawab oleh beberapa binatang binatang yang hidup di lembah Angkoro. Mereka menyarankan untuk menamai bayi itu dengan nama Atma. Pada waktu Atma berumur 3 tahun, pengemis tua yang merawatnya meninggal dunia. Atma pun tumbuh dewasa dan dibesarkan oleh dirinya sendiri. Selama hampir 17 tahun, ia hidup dalam kesendirian di hutan Sukmo. Menginjak umur 20 tahun, Atma ingin menambah rasa penasarannya. Ya, memang semenjak kecil ia merupakan seorang yang fikirannya dijubeli dengan berbagai macam pertanyaan. Ia ingin keluar dari Hutan Sukmo. Bagaimanakah goresan perjalanan Atma ? Apakah rasa penasarannya akan berhenti atau malah timbul permulaan rasa penasaran yang baru ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meneroka Jiwa 2
  • IMMORTAL QUEEN #Fantasi 2 (End)
  • The Brightest SUN to the Ordinary Road
  • Meneroka Jiwa
  • Saat mimpi, menjadi rumah. (END & TERBIT)

Ketika lara akhirnya mempertemukan pada cinta yang dinanti. Kala akhirnya terkuak sang tabir misteri. Apakah hidup akan memberikan kebahagiaan yang hakiki atau hanya kembali menorehkan luka di hati? Kisah ini masih tentang Wangi, anak dari penderita skizofrenia yang mulai mencintai diri sendiri. Perempuan lugu dari kaki gunung Merbabu yang akhirnya menambatkan hati pada sosok lelaki yang dikagumi. Hidup yang semula hanya berisi caci pun perlahan mulai berwarna-warni. Namun, hidup tetaplah penuh misteri. Misteri yang meski mendewasakan diri, tetapi juga tak jemu menghadirkan kejutan yang mempermainkan emosi. Apakah salah satu jawaban dari misteri akan membuat lelaki yang dicintai tetap selalu di sisi atau justru terpaksa meninggalkannya sendiri? Akankah cinta membawa Wangi menemukan makna kehadirannya di dunia ini atau lagi-lagi hanya menunjukkan bahwa dirinya tak berarti? *** Dilarang keras mengambil sebagian dan/atau seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Manusia yang bermartabat tak akan sudi melakukan plagiat. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata, tetapi untuk detail nama tokoh, profesi, institusi, tempat kejadian, atau peristiwa, semua adalah murni imajinasi penulis. Dengan demikian, apabila ada kesamaan, maka itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines