Sangkar dalam Burung

Sangkar dalam Burung

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 1, 2018
Apa yang terlintas dipikiran anda jika mendengar kata 'fobia'? apa anda akan teringat dengan kucing, kecoa, ruang gelap, atau ketinggian. Ya, itu mungkin benar. karena banyak orang yang takut akan hal-hal tersebut. Tapi pernahkah anda membayangkan jika ada manusia yang takut dengan manusia? Kisah ini bercerita tentang Remaja yang mengidap 'fobia sosial', salah satu gangguan psikologi yang membuat pengidapnya takut dengan keadaan sosial, takut dengan manusia. Nama pemuda ini, Hamka. Umurnya 16 tahun, masih kelas 1 SMA. Fobia aneh harus dihadapinya di usia semuda itu. Bagaimana cara dia menghadapinya? Bagaimana kehidupan sosialnya? keluarga? Pendidikan? Cinta??? Akankah dia kalah menghadapi fobianya? Akankah dia menang???
All Rights Reserved
#8
fobiasosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Menjadi Adik BoboiBoy [COMPELETE✔]
  • I Got You!GEMPA
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Bungsu [second life]
  • Cacophobia [COMPLETED]
  • PHOBIA(Comeback)-TAMAT

"Setelah menikah, cinta yang selama ini terus meluap akan menemukan tempat untuk tenang." Boboiboy sama sekali tidak mengerti. Pernikahan tidak membuat segalanya menjadi lebih mudah, tidak juga menjinakkan gelombang perasaan yang terus datang tanpa henti. Sebaliknya, cinta itu justru tumbuh menjadi lebih dalam, lebih pekat, seakan menolak untuk berhenti. Semakin dia menjalani pernikahannya dengan teman masa kecilnya, semakin dia menemukan alasan lain mengapa pernikahan itu ternyata lebih rumit dari yang dia kira. Membuatnya kebingungan dan mengharapkan lebih di setiap sentuhan kecil. Sekarang Boboiboy mencoba memahami bagaimana mungkin hatinya bisa terus melimpah padahal dia telah memberikan semuanya? "Setiap hari bersamamu adalah pelajaran tentang kebahagiaan." Istrinya yang manis tersenyum padanya. "Dan setiap pelajaran yang kudapat membuatku semakin mencintaimu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines