Let Me Go !!

Let Me Go !!

  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 26, 2018
Sebuah pernikahan suci seharusnya dilandaskan dengan sebuah Cinta yang suci pula. Bukanlah sebuah surat kontrak berlandaskan materai. Tidak ada kebahagian, ataupun cinta dalam hidup ku. Selalu hidup seperti orang asing setidaknya itulah deskripsi tentang kehidupanku selama 1 bulan ini. menikah diusia muda bukanlah hal yang bisa dibanggakan..... Namaaku Kim Yoona, aku harus menikah dengan orang yang tak pernah kucintai sebelumnya. Pernikahan ku ini hanya didasarkan sebuah perjanjian orang tua kami yang telah lama saling mengenal. Kami hidup seperti orang asing tanpa Cinta dan kebahagiaan. Dia sangat kasar dan tak pernah menghargaiku. Hingga aku bertemu seorang yang tidak seharusnya. Ketika aku bersamnaya aku merasa sedikit nyaman dan melupakan setiap luka dalam hidupku. Apakah aku akan bertahan dengan rumah tangga yang tak pernah kuinginkan ynag selalu memberiku luka atau aku harus bersama seseorang yang membuatku nyaman tapi seharusnya tidak perlu datang dalam hidupku..!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
stage
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Mahligai Sunyi
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Love Is A Gift
  • TEEN MARRIAGE ✔
  • Little Wife
  • (tamat) Life of Woman | kim goeun stories ✔️
  • My Husband Is My First Love
  • Love Hurt ✔
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan