Jangan Mati Dulu

Jangan Mati Dulu

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 3, 2018
"Hal yang paling ngga gue suka adalah disuruh ini itu ngga jelas, intinya gue ga suka kalo ngga buru-buru dikasih kepastian!! Eh, tapi, ah gatau, gue lupa mau ngomong apa lagi" -Kara "Gue paling ngga suka kalo dipatahin terus hatinya, gue udah jatuh berkali-kali, dan ngga nemu cowok yang pas, semuanya brengsek, kira-kira, apa gue nanti kalo nikah disengkuhin juga?" -Veronicca "Gue pikir gue segalanya buat tunangan gue, gue pikir dia bakal tetep ada di samping gue, dan gue pikir dia ngga akan tertarik dengan cowo lain, gue pikir 4 tahun kita bersama adalah hal yang buat iri orang lain, ternyata gue salah." -Raka
All Rights Reserved
#572
dokter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Where to
  • U are
  • Way To You (END)
  • Kapan Kau Kembali?
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Remember I LOVE U
  • Perjodohan Paksa [Mingyu-jihyo]
  • Turun Ranjang
  • Suami Muda||END✓

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines