Pupus ?
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 15, 2018
Aku siswi kelas X SMA, yang mana tengah bingung untuk memilih penjurusan yang akan aku alami nanti di kelas XI SMA. Aku hanya siswi biasa, penyendiri ? tidak juga, tidak terkenal & memang tidak ingin dikenal, pendiam ? tidak juga - tergantung topik, pintar ? tidak bodoh yg pasti, karna aku tidak pernah tinggal kelas & tetap bisa sekolah walau usia ku cenderung kurang & ada beberapa SD yang dulu tidak menerima pesdik yg belum sesuai usia standarya utk SD kelas 1, walau kurang beberapa bulan saja (aku lahir di bulan desember), teman ? ada beberapa yg dekat bgt-biasa-sekedar saling sapa-sekedar kenal juga ada, pacar ? tidak tertarik, pujaan hati / orang yg dikagumi ? . . . . . sepertinya cukup dgn bisa melihatmu, aku uda bisa tersenyum & merasa senang..
All Rights Reserved
#967
secret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Secret Admirer Gift
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • THE NEW GIRL [SELESAI]
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • Different
  • Kelas A [End]
  • SALSA'S STORIES (Selesai)
  • No Longer Mate

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines