We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Danny
  • WpView
    Reads 487
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Mempersembahkan sebuah cerita tak kunjung mencapai garis finish walaupun hasil kolaborasi dua penulis Erika- Cewe yang selalu berbuat usil terhadap Danny, terkadang menggoda Danny tetapi akhirnya ia malu akan perbuatannya sendiri. Selalu beralasan saat ia sedang tersipu oleh tingkahnya sendiri maupun oleh sifat Danny yang polos. Favoritnya adalah menggoda Danny. Danny- Laki-laki yang berambut agak ikal dan mempunyai senyum khas yang membuat Erika selalu tersipu saat melihat senyumannya. Danny yang selalu ramah kepada orang-orang membuatnya agak populer, tapi sikap polosnya yang membuat ia tidak menyadarinya. Favoritnya adalah momen disaat Erika sedang tersenyum dan saat wajahnya merah tersipu.
All Rights Reserved
#5
danny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainbow In The Rain
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Happy [ Sudah Terbit ]
  • RAISEN
  • DAKSA [END]
  • If I Don't Hurt You (END)
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Garis TAKDIR [Completed]

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines