Humaira As-Syifa

Humaira As-Syifa

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 25, 2018
Maira yang pecicilan saat bersama teman-temannya dan orang yang sudah kenal lama dengan nya. Sebaliknya Maira menjadi diam dan sangat kalem saat bersama orang-orang yang baru. Bagaimana ceritanya?
All Rights Reserved
#15
widya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Ayyara Azalea Mahendra
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Dosen Killer | END✔
  • GEVANIRA
  • AKU DAN KAMU CINTA ♡
  • SANG PENDEKAR
  • Karang yang terkikis
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Arsyilazka
  • Cinta Anak Broken Home
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Tentang Kota Ini
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Kahfi dan Yumna
  • One Last Night
  • Love Story Me And You (Natasha And Stefan)

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

More details
WpActionLinkContent Guidelines