(dia)logue

(dia)logue

  • WpView
    Reads 702
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 16, 2018
"Tutup cerita ini, kembalikan ke berandamu." "Mengapa?" "Karena ini hanyalah sebuah ilusi," "Lalu hubungannya denganku?" "Kamu nyata, buktinya kamu di depanku." "Aku hanya ingin membaca," "Jangan, kamu tak perlu membaca ini." "Kenapa?" "Karena aku malu." "Malu?" "Iya," "Kenapa?" "Karena seluruh isi catatan ini tentangmu." "Benarkah?" "Iya," "Maka untuk membuktikannya, izinkan aku." "Izin apa?" "Izinkan aku mengetahui isi ini, dan juga...hatimu." "Karena kau memaksa, baiklah."
All Rights Reserved
#45
talk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Perihal Sandwich(End)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Jejak
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Sampai Sini [End]
  • ANELKA CALVARY

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines