Idolaku, Imamku *discontinue*

Idolaku, Imamku *discontinue*

  • WpView
    LECTURAS 5,052
  • WpVote
    Votos 110
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 28, 2015
Kita berbeda. Aku dengan kehidupan biasaku, menjalaninya dengan belajar istiqomah. Selalu menjadi pribadi yang lebih baik. Berubah dan melupakan masa lalu. Duniaku yang berbeda dengan mu. Membuatku takut kembali mengingat hal yang tak ingin di ingat. Seperti mengambil kembali sampah yang sudah tertumpuk di tempat kotor. Gue dengan hidup yang gak biasa ini, menjalaninya dengan belajar menyesuaikan diri. Selalu menjadi pribadi yang sempurna didepan orang banyak. Berubah dan bermuka dua di masa depan. Duniaku yang berbeda dengan mu. Membuatku takut menggiringmu ke dalam dunia kejamku. Seperti menuntun ke dalam jurang tak berujung. Tapi karena tempat ini kita bertemu. Memberikan sebuah pengalaman baru yang tidak kita sangka. Dengan banyaknya ranting tajam di setiap tempat. Menggores luka yang akan terus bertambah. Akan kah kita mampu mengubah ranting tajam itu menjadi tongkat peyangga? Membuat kita semakin tegak berjalan. Akan kah kita mampu menutup luka lama dan baru, belajar menyembuhkan dan juga bertahan? Membuat kita semakin mengerti akan arti hidup.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Assalamualaikum Imamku
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • RANNA
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • ASRAR|
  • Rinai
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Jalan Kita Berbeda [✔]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido