Rain and Umbrella

Rain and Umbrella

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2018
Rasa sakit menembus hatiku yang paling dalam. Hembusan angin menambah luka. Angin harapkan menerpaku. Ketika kudengaran suatu desah lembut dari bibir wanita yang sangat feminim , cantik,yang selalu diincar seluruh pria.Termasuk aku. Aku bukan siapa siapa baginya. karena dia adalah wanita kaya raya.Hidup bergelimang harta. Ia manfaat kan kecantikannya itu demi HARTA.HARTA yang membuatnya pergi dariku.Aku tahu ini aneh karena dia 3 tahun lebih tua dariku. Tapi aku mencintainya. Benar benar cintainya. Aku putuskan pergi ke Indonesia. Tanah kelahiran ibukku. Disini kutemukan hal baru akan tetapi kenapa dia datang kepada ku? Dan...Benarkah bahwa aku adalah CEO perusahaan besar ketika aku lulus nanti?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • CEO OH ×OSH×
  • OVERDOSE !
  • Soft Slave [END]
  • NAMU ✔
  • broken angel(chanrose)
  • The Darkness of The Light [END]
  • Cold idol

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines