Story cover for Eccedentesiast by hydrogen_etica
Eccedentesiast
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Feb 24, 2018
Jangan berharap banyak, ini bukan seperti kisah cinta yang kalian harapkan.

Dimana kalian berharap aku akan mempertahankan gadisku, Zaravanna.

Atau cerita bagaimana hubungan kami akan menjadi lebih serius dengan bumbu orang ketiga di antara kami

Atau mungkin bagaimana besar aku mencintainya

Bukan.

Ini kisah kami

Bagaimana aku harus bisu tentang rasa cintaku

dan dia harus buta karena keberadaanku

Karena Aku Takanama Khazra Zanquen,

penerus klan pembunuh Takanama.
All Rights Reserved
Sign up to add Eccedentesiast to your library and receive updates
or
#381membaca
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ELGITA  (TERBIT) cover
Aku dan Saudara Kembarku [END] cover
[✔️terbit] 1. The Girl That Hurt cover
BECOME BEAUTY (END) cover
You Make Me Change ✔ cover
Dua Wajah [Completed]✓>{Tahap Revisi} cover
P R O M I S E [8 EPS] cover
Clarandza cover
Poison Of Love cover
ALISYA cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"