Story cover for Uncertainty by rahmiaulia190
Uncertainty
  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Feb 24, 2018
Katanya pasti ada sosok yang dapat membuatmu menghentikan tangis dan menggantikannya dengan tawa?
Membuat hari harimu terasa menyenangkan!
Dan sekarang ia benar benar merasakannya, rasa dimana semua terasa nyata.
Sampai dimana takdir berkehendak semaunya lagi, dimana disaat itu kembali ia dapati dirinya hanya terlalu berekspektasi!
Membuat dunianya kembali kelabu lagi, dan disini ia memilih untuk kembali Menutup Hati.
Dari Kania untuk.....

Setiap kesan memiliki pesan dan makna tersendiri jika ia memahami.
Dari Anggara Dinata .....
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Uncertainty ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#6ketidakpastian
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Dua cangkir satu Meja  oleh byjulieeeee
53 bab Lengkap
Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Angkasa dan Cerita cover
Skies dër Heksa cover
Dua cangkir satu Meja  cover
Angkasa (Forget Me Not)  cover
JUDUL cover
ZEGAN cover
Maybe Happy?✔ cover
You Are Still The Winner  cover
Kamulah Orangnya cover

Angkasa dan Cerita

12 bab Lengkap

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.