Solo To Glasgow

Solo To Glasgow

  • WpView
    Reads 2,639
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing1h 17m
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 16, 2018
"Itu kan baju rumah, Tirza. Nggak pantas dipakai kerja. Ibu juga sudah siapkan sepatu hak rendah di pintu. Jangan lupa pakai lipstik sebelum berangkat." Apa impian terbesarmu? Buatku, itu adalah kebebasan. Keluhanku pasti terdengar seperti remaja pemberontak. Berapa usiaku, tanyamu? Dua puluh dua. Usia yang sudah terlalu tua untuk dipilihkan bajunya, namun itulah yang dilakukan Ibu setiap hari. Ketika Adrian, cinta pertamanya saat masih berseragam putih-merah, melamar Tirza dan memboyongnya ke Glasgow, United Kingdom, Tirza mengira impian terbesarnya akan menjadi kenyataan. Salahkah perkiraannya? Apakah ini berkah atau musibah? "Solo To Glasgow" adalah buku ke-4 yang ditulis oleh Shinta Yanirma. Karya-karyanya sebelumnya yaitu "Just Copy Their Success Secret" (2017), "Check In (To Your Heart)" (2016), "Crush on You" (2014).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Reason We Broke Up
  • Peak of Secret [On Going]
  • DUNIA EKSPERIMEN
  • Lintang di Langit Kota Asing
  • My Love in Air
  • HELLO, TETANGGA KOS! ✓ | TELAH TERBIT |
  • SENYUMAN MALUNYA SEMANIS HALWA
  • ESCAPE | ON GOING

Cerita ini adalah hasil terjemahan. Bukan hasil karya saya. Novel ini berisi adegan dewasa. Jadi, mohon kebijakannya. *** Impianku adalah kamu, Na HaYeon. Model HaYeon telah lama menjalin hubungan dengan aktor Taewan. Cinta yang dimulai pada usia delapan belas tahun akan berakhir pada usia dua puluh sembilan tahun. "Ayo kita putus sekarang, Taewan. Mari berhenti." "Kenapa kamu ingin putus? Apakah kamu memberitahuku bahwa cinta itu hilang?" "Tidak, cintanya belum hilang." Cinta itu tidak pernah hilang sedetik pun. Sejak dia berjalan dengan latar belakang musim semi, pemandangan itu selalu ada. "Aku masih mencintaimu." "Lalu mengapa?" Taewan berteriak seolah dia tidak mengerti. "Aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk mencintaimu besok." "......" "Itulah alasannya." Aku, orang yang memberitahumu ini adalah akhir meskipun aku bilang itu bukan akhir. Kamu, orang yang mengetahui ini adalah akhir tetapi tidak dapat mengakhirinya. Cinta ini yang hanya memberi kita lebih banyak luka saat kita tetap bersama. Akankah kita bisa melindunginya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines