Cinta Kallah [Slow Update]

Cinta Kallah [Slow Update]

  • WpView
    LECTURAS 1,048
  • WpVote
    Votos 92
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 4, 2018
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
"Izinkan aku mencintai dirimu karena Allah, dan izinkan aku mencintai mu dengan caraku sendiri. Aku bukanlah Sayyidina Ali yang tetap menjaga kesucian Cintanya kepada Fatimah hingga maut menjemputnya. Namun, aku akan berusaha untuk menjadi sosok Ali untuk mu dan mencintaimu layaknya seorang Ali mencintai Fatimah"
Todos los derechos reservados
#156
hafidz
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • Let Me Love You (Complete✔)
  • Ning Salwa!
  • AZKAIRA
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Cinta Dalam Diam | END
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido